Warga Tolak Pembangunan Tower Telekomunikasi

Warga Tolak Pembangunan Tower Telekomunikasi

Photo : Diatas ruko inilah Rencana Tower telekomukasi pembatu akan dibangun setinggi 15 meter

TANJUNGPINANG : Beberapa warga Rukun Tetangga (RT) 04 Rukun Warga (RW) III, jalan tambak, (samping pelantar Alibaba) Kelurahan Kamboja Kecamatan Tanjungpinang Barat, kota Tanjungpinang, menolak pembangunan tower pembantu salah satu provider Jaringan Tower Telekomunikasi diatas Bangunan Rumah Toko (Ruko).

Alasannya, pembangunan tower tersebut kemungkinan mengganggu kenyamanan dan berpotensial menimbulkan bahaya untuk warga sekitar bangunan tower.

Photo : suasana mediasi diruang rapat kantor kelurahan Kamboja Tanjungpinang, Senin (19/10/2020).

Ditemui Ketua RT. 04, Ismayati, Senin sore (19/10/2020) di rumahnya menjelaskan bahwa ia telah melakukan Sosialisasi pembangunan tower tersebut mulai dari bulan Agustus 2019 lalu, namun sampai saat ini  sebagian warganya tetap saja menolaknya.

“Dari bulan Agustus tahun 2019 saya sudah melakukan sosialisasi pada semua warga didampingi perwakilan dari Provider dan  saya tetap menegaskan, jika ada warganya yang menolak pembangunan tower tersebut berhak tidak menandatangani pernyataan dukungan pembangunan tower, selanjutnya permasalahan ini saya serahkan kepada pihak kelurah” jelasnya.

Photo : Diatas ruko inilah Rencana Tower telekomukasi pembatu akan dibangun setinggi 15 meter

Sebelumnya, Senin pagi pukul 09.00 Wib (19/10/2020) Lurah Kamboja Hendrawan Herninanto, S.STP mengundang beberapa warga yang menolak pembangunan tower, guna mediasi dengan pihak provider bertempat di kantor Kelurahan Kamboja Jalan Bakar batu, Hadir dalam mediasi mendampingi Lurah Kamboja,  Prayoga dwi putra Mashuri, Kepala Seksi Operasional (Kasi Ops) dan Pengendalian Satpol Kota Tanjungpinang, ketua RT. 04 dan Ketua RW. III dan perwakilan dari pihak provider. Namun, hasil mediasi tersebut belum ada keputusan.

Dikonfirmasi Lurah Kamboja, Selasa (20/10/2020) terkait keputusan mediasi tersebut melalui WhatsApp, mengatakan, ” Ya sampai saat ini masih proses mediasi dulu,
Minggu ini keputusannya,
Semalam belum ada keputusan akhir, Mengingat warga sebagian ada kegiatan” katanya.

Oleh Gindo H Pakpahan

Share This Post