Upika Kecamatan Bagan Sinembah Gerebek “Ruko Mesum”

Upika Kecamatan Bagan Sinembah Gerebek “Ruko Mesum”

Foto : Camat Bagan Sinembah , Sakinah SSTP MSI, Kapolsek, Kompol Vera Taurensa SS MH dan Danramil 03/Bgs Kapten Arh H Sitorus, mengumpulkan barang bukti dan terduka pelaku prostitusi 

Oleh Iwan Syah Sitorus

BAGAN BATU  : Usai menertibkan pembongkaran Rumah dan warung liar di Perbatasan Riau Sumut, Camat Bagan Sinembah melakukan pemeriksaan di salah satu ruko yang diduga menjadi tempat prostitusi terselubung.

Yang mana, ruko tersebut tidak jauh dari lokasi penertiban warung liar, yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari jalan lintas

Satu ruko terbuka dan seperti rumah biasa, dan ruko sebelahnya tertutup dan ternyata ada satu pintu penghubung antara ruko tersebut. Dalam ruko tertutup itu, terlihat beberapa sofa panjang yang dilengkapi meja serta sisa botol minuman.

Awalnya, Camat Bagan Sinembah , Sakinah SSTP MSI, Kapolsek, Kompol Vera Taurensa SS MH dan Danramil 03/Bgs Kapten Arh H Sitorus menanyakan pemilik ruko, namun tidak ada yang mengaku.

Foto : Camat Bagan Sinembah , Sakinah SSTP MSI, Kapolsek, Kompol Vera Taurensa SS MH dan Danramil 03/Bgs Kapten Arh H Sitorus, saat mengamati Ruko mesum tersebut sebelum penggerebekan

Selanjutnya , Camat bersama Kapolsek Bagan Sinembah dan Satpol PP menelusuri hingga ke dalam, ternyata Ruko tersebut terdiri dari bayak kamar yang diduga kuat tempat mesum. Kemudian dari dalam kamar tersebut, di temukan 4 orang wanita dengan pakaian seksi yang sedang istirahat di kamar masing-masing.

Tidak hanya itu, Tim juga menemukan beberapa minuman keras yang terdiri dari, Wisky 2 kotak, Bir 1 kotak dan MC Donal 1 kotak.

Setelah didata, para wanita itu ternyata bukan warga Bagan Sinembah, keempatnya adalah, F (24) asalh Lubuk Pakam, BD (27) asal Medan, RK (23) warga Balam Kebun Ivomas dan SIS (23) warga Lubuk Pakam.

Setelah pendataan, para wanita yang diduga sebagai penghibur dan pemilik Cafe inisial RN (54) warga medan tersebut dibawa ke Mapolsek Bagan Sinembah untuk dimintai keterangan.

Camat Bagan Sinembah, Sakinah SSTP MSI menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dilakukan secara mendadak, “Biar nggak lari, biasanya banyak yang kabur, kalau pagi kan mereka masih pada tidur, sekarang mereka nggak bisa ngelak lagi,” ungkapnya.

Camat kesal dengan keberadaan cafe tersebut, Sebab jelas hal tersebut membuat nama pemerintahkan kecamatan menjadi jelek.

” Buat malu kita, mereka datang ke Bagan Sinembah hanya bawak aib, ya malu kita sebagai tuan rumah, ini tidak bisa dibiarkan, semua cafe yang diduga sebagai tempat prostitusi akan kita tertibkan semua,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kapolsek Bagan Sinembah Kompol Vera Taurensa SS MH menyampaikan bahwa cafe remang – remang ini dapat menjadi potensi terjadinya gangguan Kamtibmas.

“Kita sepakat bersama Upika akan terus melakukan razia,” ungkapnya.

Kabiro korankomunitas.com : Sujiono

Share This Post