Tambang Pasir Ilegal di Bintan Bakal Tidak Akan Bisa Beroperasi Lagi

Tambang Pasir Ilegal di Bintan Bakal Tidak Akan Bisa Beroperasi Lagi

BINTAN : Maraknya pertambangan pasir ilegal di wilayah hukum Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bintan, belakangan ini, kedepanya bakal tidak akan terulang lagi.

Kepastian itu diungkapkan Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono, kepada wartawan usai operasi ilegal mining diwilayah hukumnya, Senin (27/7/2020) lalu.

Tim Gabungan Polres Bintan dan Instansi terkait saat melakukan penertiban aktivitas Tambang Pasir ilegal di wilayah Kabupaten Bintan, Senin siang (27/7/20) Foto : https://wartarakyat.co.id

Malahan, Kapolres mengatakan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bintan untuk melaporkan kepada pihaknya apabila menjumpai tambang pasir ilegal yang beraktivitas, seperti dilansir detak.media/2020/07/28/

“Jika memang ada aktivitas lagi, masyarakat bisa melapor dan akan kami tindak tegas, apabila masih ada tambang ilegal itu beraktivitas kembali,” Tegas Kapolres.

Kapolres Bintan juga Berpesan, Kepada para penambang pasir, jika ingin membuka kembali tambangnya untuk dapat mengurus izin terlebih dahulu.

Kebih lanjut, Kapolres Bintan mengatakan, Dengan adanya operasi ini, kita harap tidak ada lagi yang mencoba melakukan penambangan secara ilegal, karena dampaknya sangat besar kepada lingkungan. Kalau memang mau melakukan penambangan pasir, harus melakukan sesuai prosedur yaitu mengurus izin, pesannya.

Disisi lain, Camat Gunung Kijang, Arif Sumarsono, sangat mendukung tindakan tegas yang dilakukan Polres Kabupaten Bintan, terhadap ilegal mining tersebut, karena selama ini pihaknya sudah sering memberikan surat himbauan kepada para penambang pasir ilegal, dan juga langsung melarang penambang pasir untuk tidak melakukan aktivitas apabila tidak memiliki izin.

Kondisi kerusakan alam akibat tambang pasir ilegal

Demikian juga, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri, melalui Kepala Sesi (Kasi) Teknik dan Lingkungan, Reza Muzzamil Jufri membenarkan, lokasi yang dilakukan operasi ilegal mining ini memang tidak memiliki izin.

“Kegiatan penambangan ini jelas tanpa izin. Jadi sesuai dengan UU Sektor Pertambangan Mineral, UU No 4 Tahun 2009 ini memang merupakan tindak pidana,” ujarnya disalah satu lokasi pertambangan ilegal. Dan sampai saat ini, hanya dua perusahaan Pertambangan pasir darat yang diberikan izin

Kegiatan pengumpulan tambang pasir ilegal dengan alat berat

“Hanya ada 2 perusahaan yakni PT Trip Panorama Setia yang berada di Galang batang, kemudian PT Gunung Mariolagaligo yang ada di Tembeling,” katanya. (*)

 

Share This Post