Sikap Tegas Wakil Bupati Rohil, Bantu Masyarakat Miskin

Sikap Tegas Wakil Bupati Rohil, Bantu Masyarakat Miskin

Wakil Bupati Rokan Hilir  Drs H Jamiluddin menyerahkan bantuan kepada Sriyani

BAGAN BATU : Sikap tegas dan tanggap akan permasalahan masyarakatnya, selalu jadi prioritas Wakil Bupati Rokan Hilir Drs H Jamiluddin, bayangkan, kendatipun hanya satu saja masyarakatnya yang ia ketahui memerlukan bantuan sosial, Wakil Bupati Rokan Hilir yang terkenal ramah ini, langsung meluangkan waktunya mendatangi masyarakat tersebut.

Sriyani boru raja gukguk, ibu dua orang anak (mualaf) tinggal di rumah yang tidak layak huni, Ahad (2/6/2019) siang, sangat terkejut akan kedatanga wakil bupati Rokan hilir di kediamannya, sembari menangis haru.

Didalam gubuk beratapkan terpal biru tersebut, Sriyani boru Raja Gukguk, mencurahkan perjuangan menghidupi kedua anak kembarnya yang masih kecil, Juliana dan Juliani (8) masih di kelas 2 Sekolah Dasar swasta Tri Erlangga, di jalan lintas Riau-Sumut KM 14, Pasir Putih, Kecamatan Balai Jaya.

Dengan tenang dan seksama, orang nomor 2 di Kabupaten Rokan Hilir ini mendengarkan semua keluh kesah Sriyani boru Raja Gukguk di komplek pertapakan Tirta Kencana, KM 12 Kepenghuluan Kencana Kecamatan Balai Jaya.

Realitanya, gubuk Sriyani terbuat dari tepas yang ditaksir hanya bertahan beberapa bulan lagi dan lantai belum diplester dengan atap banyak berlubang, yang sepatutnya layak direnovasi.

Tampak depan rumah Sriyani

Kedatangan Wakil Bupati Rokan Hilir Drs H Jamiluddin didampingi Kasat Pol PP Drs Suryadi membuat wanita yang lahir di sebuah perkebunan kelapa sawit Swasta di daerah Manggala, terus membuat Sriyani terharu.

Dihadapan Wabup, Sriyani juga mengungkapkan alasan mengapa ia tidak memiliki KTP serta administrasi kependudukan lainnya.

Ia memeluk Agama Islam sejak sebelum menikah dengan suaminya yang sampai dengan hari ini tidak diketahui dimana rimbanya.

Sri menikah diusia 16 tahun, secara Agama, karena usia yang masih masuk kategori dibawah umur dan tidak memiliki buku nikah sebagaimana orang lain pada umumnya.

Rencananya, setelah usia cukup atau sekira 20an tahun, Sri berencana menikah kembali secara hukum agar buku nikah bisa dikeluarkan dan tercatat sebagai penduduk Indonesia secara sah sebagai pasangan suami istri.

Belum sampai terlaksana, Sri harus menelan pil pahit akibat suaminya pergi meninggalkannya dan kedua putri kembarnya tanpa status yang jelas.

Bersusah payah selama enam tahun menghidupi kedua putrinya, Sriyani hidup mengontrak rumah dan berpindah pindah. Bermodalkan tekad dan kepercayaan nya, ia memulai bisnis berjualan baju dengan cara dicicil atau dikreditkan.

Berbekal itu lah, Sri berusaha membeli pertapakan tanah dengan cara kredit dan mendirikan rumah diatas tanah yang masih ia cicil selama 10 tahun dan kini baru berjalan 2 bulan.

“Waktu itu, ayah tiri ku yang membuat rumah ini, maksud saya kecil saja agar cukup beli seng daripada saya ngontrak, tapi dibuatkan agak lebar sehingga saya tidak mampu membeli seng,” kisah Sriyani.

Selain rumah tangganya yang hancur, rumah tangga orangtua nya pun ikut berantakan. Bapak dan ibunya berpisah, dan ibunya menikah kembali. Hal itulah yang membuat Sri tidak memiliki kartu tanda kependudukan dan administrasi lainnya.

Setelah ibunya menikah lagi dan mengurus Kartu Keluarga (KK) yang baru, nama Sriyani tidak dimasukan ke dalam KK ibunya.

Wakil Bupati yang mendengar kisah Sri itupun langsung menelpon Kepala Disdukcapil, Basruddin melalui telepon selulernya agar urusan administrasi Sri yang kini menetap di KM 12 RT 14 RW 04 Kepenghuluan Kencana Kecamatan Balai Jaya ini tidak dipersulit.

“Nanti pak Kadis berkoordinasi lah dengan pak Camat Balai Jaya urusan ini, saya minta jangan dipersulit, biar segera diajukan permohonan bantuan Rumah Layak Huni (RLH) ke Dinas Perkim,” kata Jamiluddin.

Wakil Bupati pun kemudian menghubungi Camat Balai Jaya, Samsuhir menyampaikan hal itu. Namun, Samsuhir tidak bisa hadir untuk mendampingi Wabup karena ada urusan lain.

Sambil menunggu proses administrasi kependudukan Sriyani dan realisasi renovasi rumahnya, Kapolres dan Kapolsek juga membantu berupa material juga akan disalurkan pada Senin (3/6/2019) besok.

Selain itu, warga sekitar pun dengan sigap bersedia bergotong royong untuk ikut membantu merenovasi rumah tersebut.

Tidak hanya itu, berbagai pihak pun langsung merespon positif untuk saling berbagi asih. Bahkan, salah satu pengusaha sumur bor pun berniat akan mencurahkan tenaga dan peralatan untuk membuatkan sumur bor namun terkendala untuk materialnya seperti Pipa dan mesin pompa.

Melalui media ini, Sriyani mengucapkan ribuan terimakasih kepada masyarakat khususnya Wakil Bupati Rohil, Kapolres dan Kapolsek Bagan Sinembah.

“Saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semuanya,” ucap Sriyani terisak-isak.

Sebelumnya, Sri mengaku berjualan pakaian dengan cara dikreditkan dari rumah ke rumah sudah mulai kurang lancar. Pasalnya, kebanyakan ada saat ditagih, pelanggannya susah membayar.

Sebelum kedatangan wakil Bupati, Kapolres Rokan Hilir AKBP Sigit Adi Wuryanto SIK MH yang mengetahui hal itu juga langsung merespon cepat dengan menyumbang atap Seng untuk rumah Sriyani.

Tidak mau ketinggalan, Kapolsek Bagan Sinembah Kompol H Asmar juga dengan sigap membantu material pasir dan semen untuk lantai rumah.

Kapolres Rohil AKBP Sigit Adi Wuryanto SIK MH yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Bagan Sinembah Kompol H Asmar menyampaikan bahwa bantuan yang akan disalurkan berupa material bangunan itu, merupakan bentuk sosial terhadap masyarakat.

Ia mengaku, mengetahui hal itu dari rekan-rekan Pers mitra Polsek dan Polres Rohil. Dari foto yang ia lihat, kondisi rumah Janda Mualaf itu memang sangat tidak layak sekali.

Oleh karenanya, ia dan Kapolres langsung merespon dan mengupayakan membantu material.

“Apalagi di bulan baik ini, terlebih adik itu seorang Mualaf, memang seharusnya kita muliakan,” pungkasnya.

Oleh Iwansyah Sitorus

Share This Post