Selamatkan Kapal Inka Mina, Tangkap Pelakunya

Selamatkan Kapal Inka Mina, Tangkap Pelakunya

Photo ilustrasi : kapal Inkamina

KEPRIkorankomunitas.com : Beredarnya berita atas dugaan kapal Inka Mina yang dialihkan untuk kegiatan illegal, sudah sepatunya menjadi konsentrasi pihak penegak hukum di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Mengapa tidak, Program Inka Mina pada dasarnya adalah pembangunan kapal ikan sebanyak 1.000 (seribu) unit selama 5 tahun (2010 – 2014)   Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk koperasi nelayan di Kabupaten Kota se Indonesia, bertujuan meningkatkan daya jelajah penangkapan ikan sampai ZEE dan laut lepas, mengurangi eksploitasi ikan di wilayah pantai serta meningkatkan kesejahteraan nelayan. Dari 1.000 unit Kapal tersebut, Provinsi Kepri mendapatkan bantuan kapal Inka Mina sebanyak 40 unit.

Namun sangat disayangkan, baru-baru ini beredar berita bahwa beberapa kapal tersebut diduga diperjual belikan dan malahan diperuntukkan untuk pekerjaan Ilegal, di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA). Yaitu, KM (Kapal Motor) Inka Mina 81, KM Inka Mina 576, KM Inka Mina 577, KM Inka Mina 578, KM Inka Mina 320, termasuk KM Inka Mina 342.

Selanjutnya, penanggungjawab kapal, KM. Inka Mina 81 adalah KUB Mitra Arung Samudra Bintan, penerimaan tahun 2011, dan KM Inka Mina 342 diterima oleh KSU Sinar Nelayan Lingga, pada tahun 2012, sedangkan KM Inka Mina 320, 576, 577 dan 578 bukan berasal dari Kepri.

Khusus KM Inka Mina 342 yang berada di Perairan Anambas yang sepatunya berada di kabupaten Lingga, maka menurut Undang-Undang 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, terkait penyalahgunaan surat persetujuan berlayar yang dikeluarkan oleh pihak Syahbandar, dapat dikenakan sanksi penahanan terhadap kapal, pembekuan izin atau sertifikat. Sesuai Pasal 323 dapat dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda Rp. 600.000.000,- (enam ratus juta rupiah).

Ternyata, dugaan tersebut dari keterangan Pengawas Keselamatan Pelayanan (PKP) Kantor Syahbandar Kelas II (dua) Tanjungpinang Ridwan Naspala Lumbantoruan yang menerangkan bahwa pihak KSOP telah memberikan surat persetujuan berlayar (Port Clearance) KM Inka Mina 342 yang diajukan oleh PT. Arian Gemilang Jaya. Namun persetujuan berlayar yang diberikan pada tanggal 19 Januari 2022, untuk jalur pelayanan dari Tanjungpinang tujuan perairan Kijang.

“Benar KM. Inka Mina 342 mengurus Port Clearance untuk keberangkatan Tanjungpinang menuju Kabupaten Anambas, namun karena cuaca buruk, kami hanya memberi izin tanjungpinang menuju perairan Kijang, jika kapal tersebut sampai ke perairan Anambas, itu di luar kewenangan dan tanggung jawab kami,”terangnya Ridwan, selasa (15/02/2020).pada media.

Tidak sampai disitu, Keberangkatan kapal tersebut diakui oleh pengurus PT. Arian Gemilang Jaya selaku agen pelayaran yang mengurus dokumen berlayar KM. Inka Mina 342.

“Benar KM. Inka Mina 342  pada tanggal 19 Januari berangkat dari Tanjungpinang dengan tujuan kijang dengan surat-surat lengkap, tetapi untuk masalah dia labuh di kijang atau tidak,  saya tidak tahu.”

Dalam berita tersebut, Ahwat menjelaskan bahwa kapal tersebut bukan dikelola oleh koperasi nelayan. Dan dirinya mengaku membantu pemilik kapal ke agen pelayaran, untuk pengurusan ijin berlayar KM. Inka Mina 342.

“Saya hanya bantu urus kapal untuk ke Kijang, saya sudah perintahkan tekong (kapten kapal) untuk lapor ke KSOP Kijang, mengenai tekong lapor atau tidak, saya tidak tau. Terkait kapal sampai ke Anambas saya tidak tau,” kata Ahuat.

Disebut juga bernama Yuhui, yang mengakui sebagai penanggungjawab, menyatakan bahwa telah meminta bantuan Ahwat agar KM.Inka Mina diberangkatkan ke Anambas.

” Mitra saya di Tarempa minta saya carikan kapten untuk membawa kapal tersebut kesana. Untuk mengoperasikan kapal itu nanti di Tarempak, mitra saya punya kapten sendiri,” selasa (15/02/2022). Keberangkatan kapal tersebut ke tarempa diakui Yuhui sebagai bagian dari kerjasama yang dibuat Dengan dalih keterbatasan modal untuk mengoperasikan kapal. Di sana ada beberapa Kapal Inka Mina termasuk KM Inka Mina 342 berada di pelabuhan pribadi milik  Ate di daerah Air Asuk.

Pernyataan Ate, bahwa ia mengaku dirinya kerjasama dan bagi hasil dengan pemilik kapal.

” Ia kapal Inka Mina 342 ada di tempat saya, kita sewa, kita kerjasama, kita pake sama-sama bagi hasil lah,” katanya

Kuatnya dugaan KM.Inka Mina 342 telah melakukan Pelayaran Ilegal, dipertegas dari keterangan Staf Kantor Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kijang, Iwan Setyoko, yaitu diketahui bahwa kapal Inka Mina 342 tidak pernah melapor untuk sandar maupun berlabuh diwilayah perairan Kijang.

“Belum ada pak, baik oleh kapten kapal, pemilik kapal maupun agen pelayaran kapal. Berdasarkan pantauan dilapangan juga kapal tersebut tidak pernah kelihatan.” jelasnya

Diminta kepada penegak hukum untuk segera melakukan proses penyelidikan atas dugaan tersebut yang telah melanggar Undang-undang tersebut. (**)

Editor : Gindo Hp
Sumber : berbagai Media

Share This Post