Satpol PP Tanjungpinang, Eksekusi Bangunan di Hutan Mangrove

Satpol PP Tanjungpinang, Eksekusi Bangunan di Hutan Mangrove

Foto : Puluhan Petugas Satpol PP sedang melakukan eksekusi bangunan.

TANJUNGPINANG-korankomunitas.com
Bangunan darurat milik Agus Rianto, yang terbuat dari kayu bekas, berada di jalan Raja Haji Fisabilillah Kilometer 8 Tanjungpinang, kemarin dieksekusi Satuan Pamong Praja. Puluhan petugas berseragam tersebut, tampak antusias membongkar bangunan itu.

Penjelasan Andri Prayoga. Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran kota Tanjungpinang, ketika ditemui di lokasi pembongkaran mengatakan, bahwa yang mereka persoalkan hanya bangunannya, “yang kami permasalahkan hanya bangunannya. Kalau mengenai lahannya, memang mereka sudah lama memiliki. Tapi itu bukan urusan kami, “kata Andri di lokasi pembongkaran (04/10/2017).

Ditambahkannya. Sebelumnya kami telah melayangkan surat peringatan kepada pemiliknya. Bahkan sampai tiga kali. Tapi kayaknya tidak di-indahkan. Makanya langsung kami bongkar. Yang kami tau, suratnya adalah, surat Alashak. Sebenarnya, di lahan Mangrove tidak boleh didirikan bangunan. Bahkan baru-baru ini telah keluar peraturan tentang Observasi Hutan Mangrove.

Sikap Pemko Tanjungpinang yang dianggap tegas dalam melakukan pengawasan dan penertiban terhadap bangunan yang berada ditengah hutan Mangrove memang pantas diacungi jempol.

Pertanyaannya, apakah sudah semua bangunan yang berada di tengah hutan Mangrove diawasi ?

Apalagi pemilik lahan diatas telah lama menguasai dan memiliki lahan tersebut. Bahkan, telah mengantongi surat Alashak. Lalu dimana pertanggungjawaban aparat yang menerbitkan surat diatas lahan Mangrove tersebut ? Walahualam . .

Oleh Richard Batubara

Share This Post