Rokok Non Cukai Kian Menggeliat

Rokok Non Cukai Kian Menggeliat

Foto : wakil bos rokok non cukai, juga inisial A berada di gudang rokoknya dibilangan jalan senggarang kota Tanjungpinang ( sebelah kiri gambar ada oknum penegak hukum terkait )

Tanjungpinang-korankomunitas.com :
Lemahnya pengawasan terhadap peredaran rokok non cukai di kota Tanjungpinang, membuat pengusaha yang menggeluti bisnis ilegal ini tampak semakin menggila. Tak ada lagi batasan wilayah untuk memasarkannya. Bahkan, rokok bermerek yang resmi terdaftar dan membayar cukai kepada pemerintah, justru mulai tergusur dari pasaran.
Tak terhitung jumlah dan jenis rokok tanpa cukai yang beredar di seantero Pulau Bintan dan kota Tanjungpinang. Dan untuk mendapatkannya pun sangat mudah. Mulai dari kios di emperan, hingga ke sejumlah Mini Market, rokok tersebut bebas diperdagangkan.
Padahal, rokok tersebut seyogianya beredar di kawasan bebas pajak alias kawasan Free Trade Zone (FTZ). Namun di kedua wilayah itu, justru bisa dengan mudah didapat.

Foto : beberapa jenis rokok non cukai yang beredar.

Meski dilarang untuk diperjualbelikan di sembarang tempat, tapi pihak-pihak yang berkompeten dalam mengawasinya, seakan tak punya nyali untuk menertibkannya. Sehingga, peredarannya pun semakin bebas tanpa hambatan.
Mengingat harganya cukup murah, tak sedikit pula para perokok di wilayah tersebut tampak mulai beralih. Kehadiran rokok non cukai inipun, belakangan jadi gunjingan di sejumlah warung kopi. Sebut saja Amri, lelaki berbadan bongsor ini merasa heran atas peredaran rokok tanpa cukai di daerah ini.
“Wah. . . . kayaknya rokok yang bercukai sekarang sudah mulai ditinggal para perokok ya. Dimana-mana ku tengok orang sudah pada menghisap rokok tak bercukai itu, “katanya kepada salah seorang rekan semeja di salah satu warung kopi di bilangan Batu Sembilan Tanjungpinang (04/07/2017).
Ditempat terpisah, salah seorang pengusaha berinisial A, yang disebut-sebut pelaku bisnis ilegal tersebut, coba dikonfirmasi melalui layanan sms ke ponselnya. Namun sayang, pengusaha tersebut tidak menjawab. Diluar dugaan, mendadak seorang lelaki yang diketahui berinisial Bmb, justru sibuk menghubungi media ini.

Pria yang mengaku bekerja di perusahaan itu meminta agar media ini tidak langsung melakukan konfirmasi ke pimpinannya.

“kenapa lagi bang. Kok langsung ke bos. Ya udahlah. Besok kita ketemulah. “pinta Bmb kepada media ini (04/07/2017).
Gonjang-ganjing soal rokok non cukai ini, memang dilarang oleh pemerintah untuk diperjualbelikan di sembarang tempat. Peruntukannya hanya di kawasan bebas (FTZ). Sesuai dengan undang-undang nomor 11 tahun 1995, tentang Cukai. Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 39 tahun 2007. Bagi yang menabrak peraturan ini, akan diganjar pidana penjara dan / atau Pidana Denda.
Larangan terebut mencakup, setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual atau menyediakan untuk dijual : Rokok yang tidak dikemas, Rokok yang tidak dilekati Pita Cukai / Banderol (Rokok Polos). Rokok yang dilekati Pita Cukai / Banderol Palsu atau bekas atau yang bukan haknya atau yang tidak sesuai dengan Peruntukannya.
Untuk dapat mengawasinya, disarankan​ kepada lembaga yang terkait dalam melakukan pengawasan, agar lebih serius dan tidak sungkan-sungkan mengambil tindakan.

Oleh Richard Batubara

Share This Post