Putusan MA Tak Dilaksanakan, Joni : “Kami Masih Menunggu Jawaban Dari PT Riau”

Putusan MA Tak Dilaksanakan,  Joni : “Kami Masih Menunggu Jawaban Dari PT Riau”

Foto  Istimewa :  Gedung MA

TANJUNGPINANG : Pemberitaan Perkara Kasasi Perdata antara Muhammad Pakse (Almarhum) saat ini dilanjutkan oleh anak kandungnya bernama Marzuki melawan Jurame, terkait sebidang tanah di jalan Sei Datok Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, tampaknya kian mengarah. Hal tersebut, lantaran media ini berhasil menemui Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpinang di halaman kantornya belum lama ini.

Mengingat sulitnya menemui orang nomor satu di lembaga ini, akhirnya media ini berhasil menemuinya. Joni SH, MH, ketua Pengadilan Negeri Tanjungpinang, ditemui guna melakukan konfirmasi terkait perkara tersebut.

Perkara Kasasi Perdata yang telah belasan tahun tak kunjung selesai, dan media inipun telah berulang kali memberitakannya, namun saat itu belum bisa bertemu dengan Ketua PN. Tapi akhirnya, setelah bertemu semua yang ditanyakan langsung dijawab, “kalau mengenai eksekusi lahan itu, menunjuk pada surat putusan yang ukurannya 50 x 50. Sedangkan dalam permohonannya, dia bikin 50 x 50 atau 25 x 25 atau 973 meter. Disitulah persoalannya. Bagaimana kami bisa mengambil keputusan di dalam tiga ukuran yang berbeda. Jadi, terus terang saya bilang, bahwa saya belum pernah menemui persoalan serumit ini. Padahal, saya sudah tiga kali menjabat Ketua Pengadilan Negeri, “ujar Joni di pekarangan PN Tanjungpinang (29/01).

Lebih lanjut dikatakannya. Makanya sekarang kami meminta pendapat dari Pengadilan Tinggi (PT) Riau. Saya sudah melayangkan surat ke PT. Bahkan saya sudah pernah juga ke Pekan Baru. Tapi waktu itu pak ketua sedang tidak ditempat. Jadi saya rasa, itu saja persoalannya. Dan surat yang kami layangkan sudah sebulan yang lalu. Tapi, dalam beberapa hari ini saya memang mau ke Pekan Baru. Mudah-mudahan sudah ada jawaban, tutupnya.

Dihari yang sama, sebelum Ketua PN ditemui, telah terjadi keributan di Lobby Room gedung itu. Diperoleh informasi, bahwa Istri Marzuki mencak-mencak, ketika melihat Ketua PN berjalan bersama Cecep, yang diketahui, adalah menantu Jurame.

Ditempat yang sama, media ini menemui Istri Marzuki sedang menusap-usap matanya yang berair lantaran baru menangis. Saat ditemui, wanita berkerudung itu menuturkan, “bagaimana saya nggak jengkel bang. Saya lihat ketua Pengadilan ini bejalan bersama si Cecep, menantunya Jurame, sambil tertawa di depan saya. Jadi, wajar kalau saya beranggapan ada permainan di dalam permasalahan ini. Apalagi eksekusi tidak juga dilaksanakan sampai sekarang, “tuturnya geram.
Sebenarnya, Putusan tanggal 27 Juli 1995, No : 12 / Pdt. G / 1995 / PN Tpi. Junto, Pengadilan Tinggi Riau, Putusan tanggal 24 April 1996, No : 108 / PDT / 1995 / PT. Riau, telah memenangkan pihak Marzuki. Tapi, pelaksanaan eksekusi belum juga dilakukan. Bahkan, Putusan Mahkamah Agung (MA) No : 2518 K / Pdt. 1996 pun telah dikeluarkan.
Jadi, wajar jika Istri Marzuki terkesan histeris saat melihat ketua PN Tanjungpinang jalan bergandengan tangan dengan pihak lawan di depan matanya. Karena memang, keluarga yang dimenangkan oleh Putusan MA tersebut, telah bertahun-tahun menunggu dan menunggu.

Oleh : Richard Batubara

Share This Post