PT. Sinar Bahagia Group Timbun Daerah Aliran Sungai

PT. Sinar Bahagia Group Timbun Daerah Aliran Sungai

Foto : Lokasi DAS yang ditimbun

Tanjungpinang-Korankomunitas.com :
Keseriusan PT. Sinar Bahagia Garoup (SBG) dalam memacu pembangunan di kota Tanjungpinang memang pantas diacungi jempol. Perusahaan yang bergerak dibidang pembangunan perumahan ini tampak terus menggesa pembangunan perumahan. Jika diamati, tak terhitung jumlah rumah yang telah dibangun. Namun sayang, belakangan tercium aroma tak sedap dalam memenuhi kelengkapan perizinan.
Perusahaan yang tergolong pelopor pembangunan perumahan di kota Segantang Lada ini, sedang giat melakukan penimbunan rawa di bilangan Batu Sepuluh (bersebelahan dengan Terminal Sei Carang-red) Tanjungpinang.
Informasi yang dioperoleh, bahwa rawa yang ditimbun itu adalah Daerah Aliran Sungai (DAS), “iya bang. Itukan rawa yang sudah tua. Dan setau saya, rawa itu termasuk kawasan Resapan Air. Kalau ditimbun, bagaimana nantinya kondisi di daerah ini. Bisa-bisa kebanjiran bang, “ujar lelaki yang mengaku tinggal tidak jauh dari kawasan rawa itu, di Bintan Center baru-baru ini.

Ditempat terpisah, Indra JaYa, Sekjen (LSM) Lembaga Swadaya Masyarakat Lidik sangat menyesalkan prilaku perusahaan besar itu. Lelaki asal Sumatera Utara inipun mengakui, kalau rawa yang ditimbun itu adalah kawasan Resapan Air, “aktivitas penimbunan itu jelas-jelas menyalahi aturan. Soalnya, kawasan itu adalah Kawasan Resapan Air. Jadi nggak bisa sembarangan ditimbun, “katanya melalui ponselnya kepada media ini.

Parahnya lagi, lanjutnya. Mereka tidak memiliki izin menimbun. Bukan hanya itu. Perusahaan besar itu juga melakukan aktivitas pemotongan bukit (Cut And Fill). Bahkan, bukit yang ada disebelah rawa itu, sudah setengah dipenggal. Tapi, mengapa pemerintah kota Tanjugpinang tidak mengambil tindakan atas perbuatan Sinar Bahagia Group itu. Jadi, saya berharap agar Pemerintah Kota Tanjungpinang segera menindak perusahaan yang tidak mematuhi aturan.

Ditemui dikantornya, Nasrun, staf PT. Sinar Bahagia, yang menangani aktivitas tersebut, justru enggan dikonfirmasi​, “kalau soal itu, saya tidak ada komentar. Karena besok (31/05/2017-hari ini), kami mau ke DPRD Kota Tanjungpinang. Kemarin ada surat panggilan, “sebut Nasrun di depan kantor Sinar Bahagia (30/05/2017).

Aktivitas penimbunan dan Pemotongan Bukit oleh perusahaan besar itu, harus diberi tindakan. Apalagi telah menyalahi aturan.

Dan diminta kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang, agar tidak hanya berpangku tangan. Soalnya, dampak buruk dari aktivitas itu, akan mengakibatkan banjir (“)

Oleh : Richard Batubara

Share This Post

Post Comment