PN Tanjungpinang terkesan Lamban Tangani Eksekusi Lahan Sei Datuk Kijang

PN Tanjungpinang terkesan Lamban Tangani Eksekusi Lahan Sei Datuk Kijang

Dibalik rimbunnya pepohonan inilah letak lahan yang bakal dieksekusi

BINTAN-korankomunitas.com: Sengketa lahan seluas 50 meter persegi, antara Marzuki dan Juraemi yang terletak di jalan Sei Datuk Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sampai saat ini tak kunjung dilakukan eksekusi terhadap lahan tersebut. Padahal, surat putusan dari Mahkamah Agung (MA) telah dikeluarkan sejak beberapa tahun lalu. Namun, sampai sekarang belum juga dilaksanakan. Membuat pihak penggugat (Marzuki cs-red) penuh tanya.

Ditemui di rumahnya (24/08/2017) lalu. Marzuki yang telah penat menunggu permasalahan selesai, sangat berharap, agar Pengadilan Negeri Tanjungpinang, segera melakukan eksekusi, “kami inikan warga yang tidak mengerti hukum. Jadi, kami hanya berserah kepada Pengadilan. Yang pasti, kami sekeluarga berharap, agar permasalahan ini secepatnya selesai. Karena, sudah hampir 20 tahun permasalahan ini tak kunjung selesai, “kata Marzuki didampingi istrinya.

Marzuki dan istrinya.

Proses ekseskusi yang terkesan lambat dan penuh tanya ini, coba ditanya ulang ke Pengdilan Negeri Tanjungpinang. Senin (28/08/2017), media ini berniat menanyakan permasalahan ini ke Joni. SH. MH, Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Namun sayang, orang nomor satu di Pengadilan ini belum bisa ditemui. Tapi, Security yang bertugas saat itu, mengarahkannya ke Floriberta Setyowati. SH. MH, Panitera Pengadilan Negeri Tanjungpinang.
Dengan penuh keramahtamahan, Floriberta menanyakan tujuan dan keperluan yang mau disampaikan. Setelah dijelaskan, Floriberta berjanji akan mempelajari berkas yang ada padanya, “sebenarnya saya ini belum mengetahui sepenuhnya permasalahan ini. Soalnya, saya disini kan baru satu bulan lebih. Jadi, saya perlu mempelajarinya dulu. Soalnya, saya lihat di berkas ini ukuran lahannya ada perbedaan. Makanya saya nggak berani gegabah menangani permasalahan seperti ini. Apalagi menyangkut tanah, “kata Panitera itu di ruang kerjanya.

Ditambahkannya. Nah coba lihat ini (sambil menunjukkan bundelan berkas-red), saya sudah pernah mengajukan surat ini agar ditandatangani ketua (Ketua Pengadilan-red). Tapi saya diminta untuk mempelajarinya dulu.
Kemudian, jika sudah saya pahami, saya harus melakukan Rapat Kordinasi dengan Muspika. Dan setelah itu, barulah bisa dilakukan eksekusi. Tapi percayalah. Permasalahan ini akan menjadi prioritas bagi saya, “kata Panitera tersebut berjanji.

Sengketa lahan yang telah berpuluh tahun berkutat di lingkaran Pengadilan Negeri Tanjungpinang ini, memang pantas dipertanyakan. Padahal, putusan MA yang memerintahkan Pengadilan Negeri Tanjungpinang untuk segera melakukan eksekusi telah dikeluarkan. Namun, sampai saat ini, terkesan ngambang. Walahualam .

Oleh Richard Batubara

Share This Post