“Permainan Kotor” Dipusaran Pilkades Bintan Buyu Kabupaten Bintan

“Permainan Kotor” Dipusaran Pilkades Bintan Buyu Kabupaten Bintan

Foto : Sunardi, Calon Kades yang memenangkan pemilihan suara di Bintan Buyu. Dan Karim, Ketua Panitia Pilkades Bintan Buyu.

BINTAN, Korankomunitas.com : Proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Bintan Buyu Kecamatan Taluk Bintan, Kebupaten Bintan usai sudah.

Hasil penghitungan kertas suara pun telah dihitung oleh panitia pemilihan. Bahkan, diujung penghitungan kertas suara, panitia langsung mengetahui siapa yang unggul dalam peghitungan kertas suara.

Didepan ratusan warga, serta para saksi yang telah ditetapkan, panitia langsung mengumumkan, bahwa suara yang unggul dari hasil penghitungan suara adalah Calon Kades bernomor urut 3.

Tanpa membuang-buang waktu, panitia segera mengemas segala keperluan untuk mengamankan kertas suara yang telah dihitung. Menggunakan kota suara, panitia pun memboyong kota suara tersebut untuk disimpan ke kantor Kecamatan Teluk Bintan.

Kurang lebih dua puluh hari kotak suara itu tersimpan di kantor Kecamatan Teluk Bintan. Dan tak ada yang tau, apa yang terjadi selama kota suara itu disimpan.

Namun belakangan, Calon nomor urut 2 mendadak komplain atas hasil penghitungan tersebut.

Dengan menggalang kekuatan, Calon bernomor urut 2 itu meminta kepada ketua panitia, agar dilakukan penghitungan ulang.

Mendengar permintaan itu, mendadak kaget serta segudang tanya menyelimuti perasaan Karim (Ketua Panitia-red).

Setelah menanyakan permasalahan kepada Calon nomor urut 2, Karim langsung menolak permintaan tersebut. Karena sepengetahuan Karim, hasil penghitungan sebelumnya, telah disahkan.

Segudang Ambisi Rupanya penolakan Karim sebagai Ketua Panitia untuk menghitung ulang kertas suara itu, tidak digubris.

Pelan tapi pasti, Supriyono yang menjabat sebagai Wakil Ketua Pemilihan, dengan yakin, langsung mengambil alih pimpinan. Meski tidak ada persetujuan dari Ketua Panitia Pemilihan yang sah. Dan proses penghitungan ulang kertas suara yang dikomandoi oleh Supriyono, akhirnya terlaksana. Meski tidak melibatkan ketua panitia yang sah, hasil penghitungan ulang itupun dibawa ke Panitia Kabupaten.

Tapi, hasilnya jauh berubah. Artinya, Calon Bernomor urut 2 yang sebelumnya kalah, bisa ditetapkan sebagai pemenang. Sedangkan Calon Nomor Urut 3, yang sebelumnya dinyatakan menang, justru kalah.

Tentu saja Calon Bernomor Urut 3 (Sunardi-red) ini tidak terima. Akhirnya, Sunardi melaporkan persoalan ini ke Bupati Bintan. Bukan hanya itu. Untuk melepaskan uneg-unegnya, Sunardi pun menggelar jumpa Pers di rumahnya, sekalian mengadakan buka puasa bersama sejumlah Insan pers (28/05/2017) kemarin.

Usai berbuka puasa, Sunardi pun langsung memaparkan uneg-unegnya kepada sejumlah wartawan. Menurutnya, jika permasalahan ini tidak direspon oleh Bupati Bintan, dirinya dan beberapa orang orang yang merasa dirugikan, akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum, “Saya sudah laporkan persoalan ini ke pak Bupati. Dan saya juga buat tembusannya ke Polres Bintan dan ke Kejaksaan. Terus terang saya tidak terima diperlakukan seperti ini. Karena sebelumnya saya sudah menang. Dan ada juga kecurigaan saya ketika kertas suara itu disimpan sampai dua puluh hari lamanya. Bisa saja ada yang bermain, ketika kertas suara itu disimpan, “beber Sunardi di kediamannya.

Bukan hanya Sunardi. Karim sebagai Ketua Panitia Pemilihan yang sah, juga merasa tidak terima dengan proses penghitungan ulang tersebut. Menurutnya, dirinya tidak pernah memberi rekomendasi kepada wakilnya untuk melakukan hitung ulang, “jika persoalan ini tidak segera direspon, saya juga akan membawa persoalan ini ke hukum. Karena, saya sebagai ketua Panitia yang sah, telah dicuekin, “sebut Karim di Kilometer 47, RT 07/ RW 04 Bintan Buyu (28/05/2017).

Herannya, ketika Supriyono, Wakil Ketua Panitia Pemilihan, yang bertanggungjawab atas hitung ulang kertas suara itu, enggan menjawab konfirmasi yang dilakukan melalui layanan sms ke ponselnya (29/05/2017).

Oleh : Richard Batubara

Share This Post

Post Comment