Pengawasan Perlu Ditingkatkan, Tambang Pasir Illegal, Muncul di Desa Batu Licin.

Pengawasan Perlu Ditingkatkan, Tambang Pasir Illegal, Muncul di Desa Batu Licin.

Hijaunya hutan rakyat, kini disulap menjadi kawasan tambang Illegal.

BINTAN-korankomunitas.com
Lemahnya pengawasan terhadap aktivitas tambang pasir liar di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), memicu pesatnya pertumbuhan ilegal mining golongan C di daerah itu.

Jika selama ini praktek tambang liar seperti itu marak di Kecamatan Gunung Kijang, justru saat ini telah merambat sampai ke Kecamatan Gunung Lengkuas. Meski tak berizin, namun praktek tambang liar itu bisa beroperasi langgeng.

Sesuai pantauan media ini di lapangan, bahwa di lokasi hutan rakyat yang selama terlihat subur, kini terlihat mulai luluh lantak, lantaran tumbuhan yang ada di lokasi tersebut, dibabat habis oleh alat berat. Guna mendapatkan kandungan pasir yang diinginkan.

Informasi yang didapat dari salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi itu, bahwa kegiatan tersebut baru saja dimulai, “iya bang. Memang tambang pasir itu baru mulai beroperasi. Tapikan izin nya perlu dipertanyakan. Kok tiba-tiba ada tambang pasir di kawasan itu. Kalau saya nilai, perusahaan itu belum mengantongi izin. Tapi untuk pastinya, coba aja tanya ke Kelurahan bang, “ saran lelaki berkulit gelap itu, tidak jauh dari lokasi tambang. (06/08/2017).

Disisi lain, Ivan Golariady, Lurah Gunung Lengkuas menyebutkan, ketika dikonfirmasi melalui ponselnya, “Iya betul. Kami juga baru dapat info dari salah seorang warga, terkait tambang pasir itu. Tapi belum bisa turun ke lokasi. Karena sedang sibuk untuk persiapan tujuh belasan ini, “ucapnya dengan tegas. Yang pasti, kata Ivan menambahkan, kami tidak ada mengeluarkan apapun untuk aktivitas tambang pasir tersebut, Pokoknya, dalam waktu dekat, kami akan turun ke lokasi. Dan akan kami beri sanksi sesuai dengan aturan yang ada.

Oleh Richard batubara

Share This Post