PEMUDA BATAK BERSATU ( PBB) MULAI EKSIS DI MALANG RAYA

PEMUDA BATAK BERSATU ( PBB) MULAI EKSIS DI MALANG RAYA

JATIM :  Pengurus DPD Pemuda Batak Bersatu (DPD-PBB) Jawa timur, hadir di kota Malang dalam rangka menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengurus  Cabang (DPC) PBB Malang Raya sekaligus menyerahkan mandat untuk menjalankan tugas dan fungsi serta menggerakkan roda organisasi ini di Malang Raya. Sabtu, 29 Agustus 2020.

Dalam sambutanya,  Benhard Manurung, ketua DPD PBB Propinsi Jawa Timur, berharap kepada DPC Malang Raya, kelak dapat menjadi tolak ukur di Jawa Timur selain Surabaya.

Benhard Manurung  juga meminta, agar pengurus DPC PBB Malang Raya dapat menjadi saluran berkat bagi warga batak khususnya dan masyarakat Malang raya pada umumnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Benhard Manurung  sangat berharap agar pengurus juga mampu mengembangkan sayapnya dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat harapnya.

Usai penyerahkan SK kepengurusan oleh DPD PBB kepada ketua DPC PBB Malang Raya, Rimbo Parningotan Turnip, SH, dalam sambutannya, menegaskan bahwa  jajaran pengurus DPC PBB Malang Raya akan memberikan sumbangsih terbaik untuk masyarakat Malang raya dan siap bekerjasama dengan berbagai fihak.

Apalagi, melihat respon positif  pemuda batak diberbagai daerah di penjuru tanah air tentang keberadaan  Pemuda Batak Bersatu, menjadi salah satu pemicu bagi  Pemuda Batak yang ada di Malang raya untuk menjadi anggota  Ormas kepemudaan yang mempunyai semboyan   SOLIDERITAS, TOLERANSI, RUKUN DAN BERGOTONG ROYONG dengan  falsafah gerak dan bertindak  : “SATU RASA SATU JIWA”.

Sementara itu, Rimson Sipayung, sekretais DPC PBB Malang Raya, dalam sambutannya, memaparkan, bahwa pemuda rantau dari tanah  batak yang ada di Malang raya tentu saja tidak lepas dari aksi nyata ormas ini diberbagai daerah di tanah air. Ada banyak kegiatan terkait dengan masalah masalah sosial ekonomi  yang dihadapi masyarakat batak di perantauan diberbagai daerah di Indonesia bahkan di luar negeri bisa dan telah di atasi PBB.  Baik itu masalah Individu (seperti menyangkut ekonomi), masalah internal antar sesama warga batak sediri atau masalah sosial yang berkaitan dengan gesekan gesekan dengan masyarakat sekitar dimana masyarakat batak (bangso batak) bermukim. Itu semua semua menjadi pemicu bagi tumbuh kembangnya kesadaran pribadi maupun kesadaran kolektif akan arti pentingnya keberadaan organisasi ini ditengah tengah masyarakat bangso batak khususnya dan masyarakat luas pada umumnya di Malang Raya.

Lebih lanjut Rimson Sipayung, mengatakan,  jumlah pemuda di Malang Raya yang telah terdaftar tergabung dengan ormas kepemudaan ini sejak membuka cabang di malang raya hingga kini,  hampIr 100 orang. Disamping itu, Pihak Gereja pun, khususnya HKBP dan kumpulan marga marga sangat mengapresiasi dan mendukung kehadiran PBB di Malang Raya.

Malang Raya sebenarnya memiliki karakteristik yang jauh berbeda dibandingkan dengan daerah tertentu di tanah air, karena  Masyarakat Malang raya secara umum sangat well come tehadap pendatang. Beribadah dan berusaha maupun dalam kegiatan kegiatan budaya (seperti pesta pernikahan atau kematian relatif tidak ada masalah.

Justru, yang mungkin perlu mendapat perhatian pengurus pemuda batak bersatu adalah Malang sebagai kota pelajar. Dikota ini ada ratusan pemuda  batak  datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk menuntut ilmu. Mereka kadang tidak punya keluarga dekat di kota ini, repotnya lagi, mereka tidak mau memperkenalkan diri kepada dongan tubu/orang tua didalam kumpulan marga-marga. Ketika masalah muncul tidak cukup hanya mengandalkan perhatian atau uluran tangan perkumpulan marga marga. Contoh kasus, pernah muncul seperti sakit atau bahkan meninggal dunia. Disinilah salah satu aksi sosial yang bisa ditunjukkan pengurus dan anggota PBB Malang Raya. Untuk itu perlu data akurat tentang pemuda batak yang sedang menuntut ilmu atau kuliah di Malang.

Diharapkan, hadirnya Ormas kepemudaan ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat banyak. Untuk itu pengurus perlu menjalin kerjasama yang baik dengan pihak Gereja, terutama HKBP, kumpulan marga marga yang ada di Malang raya dan juga tokoh/tua tua Batak di Malang raya. Akhirnya, selamat berjuang anak muda, ucap Rimson Sipayung mengakhiri sambutannya.

Oleh Ramses Simamora

Share This Post