Pelabuhan Dompak Mangkrak, Siapa Yang Bertanggungjawab ?

Pelabuhan Dompak Mangkrak, Siapa Yang Bertanggungjawab ?

Foto : Kondisi Kaca bagian depan pelabuhan dompak, pecah berserakan

Tanjungpinang- Korankomunitas.com :
Mengejutkan, Proyek pembangunan Pelabuhan Dompak di kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah, kini banyak yang hancur.

Foto : Pintu masuk pelabuhan dompak

Faktanya, Kondisi fisik yang terlihat hampir selesai dikerjakan, kini luluhlantak lantaran dinding bangunan dan Plafon serta Instalasi listrik terlihat porak-poranda.

Siapa pun yang datang melihatnya, pasti geleng kepala. Pasalnya, tak satupun sarana penunjang yang telah terpasang bisa digunakan. Bahkan, beberapa buah Closet yang telah menempel di dinding kamar mandi, justru hilang digondol orang yang tidak bertanggungjawab.

Foto : kondisi salah satu dinding ruangan pelabuhan dompak yang sudah retak dan Plafon yang rusak

Informasi yang diperoleh, bahwa proyek Direktorat Jendral Perhubungan Laut itu, dikelola oleh Kantor Kesyahbandaran Otorits Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang. Artinya, Kuasa Pengguna Anggaran pada proyek itu, adalah Kepala KSOP Tanjungpinang.

Selasa (06/06/2017), media ini coba melakukan konfirmasi ke KSOP Tanjungpinang. Guna menanyakan kelanjutan pekerjaan pelabuhan tersebut.  Namun sayang, Rajuman Sibarani, Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan, belum bisa ditemui. Menurut Ajudannya bernama Fathur, bahwa Rajuman belum bisa ditemui​ lantaran masih banyak pekerjaan.

Foto : Kondisi plafon pintu masuk pelabuhan dompak

“bapak belum bisa dijumpai. Karena masih banyak pekerjaannya”, sebut Fathur di depan ruang kerja Kepala kantor.

Disisi lain, media ini coba menindaklanjuti permasalahan pembangunan pelabuhan Dompak tersebut ke Dinas Perhubungan Provinsi Kepri. Azis yang disebut-sebut sebagai PPTK, ditemui di kantornya. Menurut Azis, proyek tersebut telah dihentikan oleh Dirjen Perhubungan Laut.

Pasalnya, persoalan hibah lahan yang tak jelas juntrungannya, “sebenarnya proyek itu sudah hampir selesai. Tapi, belakangan terungkap, kalau hibah lahan di pelabuhan itu belum jelas. Akhirnya Dirjen Perhubungan Laut menghentikan segala kegiatan yang ada disana,. “beber Azis di kantornya.

Oleh : Richard/Doni

Share This Post