OPTIMALISASI PENANGANAN APARATUR SIPIL NEGARA TERPAPAR RADIKALISME  

OPTIMALISASI PENANGANAN APARATUR SIPIL NEGARA TERPAPAR RADIKALISME  

Jakarta- KEMENPANRB berkomitmen mewujudkankan aparatur sipil negara yang berkepribadian, bersih, dan kompeten untuk mencapai kualitas pelayanan publik yang berkinerja tinggi. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo saat membuka Seminar Rancangan Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLV Tahun 2020 secara virtual pada Kamis (11/06). Seminar ini membahas terkait pengusulan pembangunan aplikasi No Radikalsebagai upaya optimalisasi penanganan aparatur sipil negara (ASN) yang terpapar radikalisme.

Menteri Tjahjo mengatakan bahwa kondisi saat ini belum ada sistem pengawasan penanganan Pegawai ASN terpapar radikalisme yang terintegrasi K/L dan masih ditemukan Pegawai ASN yang terindikasi terpapar radikalisme. Sementara itu Sanksi terhadap Pegawai ASN yang terpapar radikalisme, belum memberikan efek jera.

“Harapan saya, Tim Satgas Anti Radikalisme terhadap ASN berkoordinasi dengan PPK agar rekomendasi terhadap ASN yang terbukti terpapar radikalisme ditindaklanjuti PPK dengan optimal,“ tegasnya.

Turut hadir dalam seminar tersebut Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto, Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara LAN Muhammad Taufiq, serta Widyaiswara Ahli Utama LAN Makhdum Priyatno. (adm)

Share This Post