Negara Dirugikan 450 M, Nilai Lelang Barang Rampasan Diturunkan 13 M ?

Negara Dirugikan 450 M, Nilai Lelang Barang Rampasan Diturunkan 13 M ?

Foto : Pengumuman Lelang Tahun 2016 dan 2017

 

KEPRI-korankomunitas.com : Keberhasilan pihak Direktorat Jendera Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri tahun 2012-2014 menjadi catatan penting, mengapa tidak, pada tahun tersebut DJBC kepri berhasil menggagalkan penyeludupan berskala besar, diantaranya :

Penyelundupan minyak mentah (crude oil)  980.000 liter senilai Rp. 7,5 miliar oleh kapal tanker asing berbendera Malabo Equatorial Guinea yakni MT Sea Jade GT. 786.

foto istimewa : MT. SEA JADE

Penangkapan dilakukan oleh kapal patroli BC-20002 di sekitar perairan Karang Heluputan antara perairan Tanjung Berakit, Bintan dengan perairan East OPL Malaysia, Kamis (27/11/2014) sekitar pukul 16.00 WIB.

Lalu, Kasus penyelewengan solar yang melibatkan kapal super tanker  MT Jelita Bangsa dan MT Ocean Maju Batam tertangkap tangan saat melakukan ilegal transfer Duri Crude Oil, lebih kurang 1.249 kilo liter (KL) per 1.148 Metric Ton ke MT Ocean.

foto istimewa : MT Ocean Maju Batam

Dan diperkirakan Negara dirugikan lebih kurang mencapai Rp. 450 miliar jika diasumsikan harga CO 105 dolar AS per barel. Dan secara immaterial berimplikasi kepada berkurangnya pasokan bahan baku produksi BBM dalam negeri.

Selanjutnya, pencegahan Tindak pidana penyeludupan pasir oleh tim patroli BC Kepri 9004 terhadap TB.SEA GLORY 8 dan BG VICTORI pada hari Jumat tanggal 06 Januari 2012.

foto istimewa : TB.SEA GLORY 8 dan Tongkang BG VICTORI

Dari beberapa keberhasilan tersebut, ketika putusan hukum tetap dan terbukti bersalah oleh Pengadilan maka, tentunya menambah daftar lelang atas barang rampasan Kejaksaan, dan selanjutnya masuk dalam proses lelang.

Khusus untuk tiga rampasan tersebut, telah diumumkan pelelangan pada tanggal  24 Maret 2016 lalu,selaku ketua panitia lelang adalah Agung Setyadi, SH.MH Jaksa Pratama dan Kejaksaan Negeri Tanjung balai karimun dengan perantara Kantor Pelaksana Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam melaksanakan penjualan dimuka umum (lelang) atas barang rampasan,  dan batas waktu penawaran 31 Maret  2016  yakni ;

  1. Obyek lelang, 1 (satu) unit TB.SEA GLORY dengan nilai limit Rp. 5.170.803.000, dan jaminan penawarannya Rp. 4 Milyar.
  2. Obyek lelang 1 (satu) unit MT. OCEAN MAJU dengan nilai limit Rp. 7.878.000.000, dan jaminan penawaran Rp. 5 Milyar.
  3. Obyek lelang 1 (satu) unit MT. SEA JADE beserta 1.048,145 kilo liter Crude oil dengan nilai limit Rp. 7.647.056.000, dan jaminan penawaran Rp. 5 Milyar.

Dengan total nilai limit lelang  lebih kurang Rp. 20.695.859.000. tiga obyek lelang tersebut tidak terealisasi. Selanjutnya pengumuman lelang diumumkan kembali oleh Ketua Lelang yang baru yaitu Sutan takdi, SH  Jaksa Pratama pada salah satu media harian lokal Provinsi kepri tanggal 19 April 2017 dengan waktu Pelaksanan lelang tangal  25 April 2017 pun tidak terelisasi dan pengumuman lelang tanggal 5 Mei 2017  dengan waktu Pelaksanaan lelang pada Hari Jumat 12 Mei 2017, kabarnya terelisasi. Namun Nilai limit Obyek lelang turun drastis menurun sampai lebih kurang Total Rp. 6.905.904.000. sebagai berikut :

  1. Obyek lelang, 1 (satu) unit TB.SEA GLORY dengan nilai limit Rp. 2.613.836.000, dan jaminan penawarannya Rp. 1,3
  2. Obyek lelang 1 (satu) unit MT. OCEAN MAJU dengan nilai limit Rp. 2.176.000.000, dan jaminan penawaran Rp. 1 Milyar.
  3. Obyek lelang 1 (satu) unit MT. SEA JAD beserta 1.048,145 kilo liter Crude oil dengan nilai limit Rp. 2.116.068.000, dan jaminan penawaran Rp. 1.050.000.000.

Dikonfirmasi Ketua Lelang Sutan Takdir, SH melalui SMS nomor handphonenya, Jumat siang  (26/5/2017), apakah benar ada perubahan nilai pengumuman No 4 (Obyek lelang 1 (satu) unit MT. SEA JADE  beserta 1.048,145 kilo liter Crude oil – pengumuman lelang tanggal 5 Mei 2017 ) ? Sultan takdir menjawab dengan yakinnya “Siang juga pak, masalah penilaian limid harga itu kewenangan KPKNL”. Lalu konfirmasi dilanjutkan dengan pertanyaan, apakah benar ada pungutan 30 juta untuk pengambilan kapal yang telah dilelang ? Sutan menjawab tegas “ tdk ada”.

Selanjutnya, waktu yang sama komunitas mengkonfirmasi dengan pertanyaan yang sama pada Dedy Christanto pegawai KPKNL Batam, melalui SMS nomor handphonenya, tidak dijawab. Namun ketika komunitas berupaya mengkonfirmasi melalui nomor WhatsApp nya dua kali dengan mengirim foto Pengumuman lelang tersebut, ia menjawab “ Harga limit dan pengumuman lelang adalah kewenangan  kejaksaan selalu penjual/pemilik barang/pemohon lelang” tegasnya.

Anehnya, ketika ditanya, selaku kepala seksi pelayanan lelang KPKNL Batam, apakah yang bapak nyatakan tersebut sesuai dengan peraturan dan Undang-undang yang berlaku, ia malahan menjawab singkat  “Maaf pak saya sudah bukan kasi lelang pak” . Yang lebih aneh lagi ketika kembali ditanya, apa jabatannya saat ini di KPKNL Batam, Dedy tidak menjawab sampai berita ini diunggah.

Yang lebih menggelikan lagi, ketika komunitas kembali mengkorfirmasi Sutan Takdir, SH dengan menyatakan jawaban pak Dedy bertolak belakang dengan jawabannya, tanpa menunggu waktu yang lama ia menjawab melalui  nomor WhatsApp nya “ya trus yg mau di permasalahkan apanya pak” jawabnya enteng

Komunitaspun membalas, tidak ada yang dipermasalahkan melainkan konfirmasi apa sebabnya nilai pengumuman lelang nomor 4 berubah, sementara no. 1,2 dan 3 tidak ikut berubah ?  Sutan menjawab dengan yakinnya “ mana da tdk berubah semua, saya turunkan krn kondisi sudah tdk bagus lg sudah karatan klo saya buka harga tinggi tdk ada peminatnya dan barang akan semakin hancur lama kelamaan, akhirnya tenggelam dan tidak ada harga” jelanya.

Aneh bukan, jelas pada pengumuman lelang tahun 2016 dan tahun 2017 selisinya  lebih kurang Rp. 13.789.955.000. Untuk selanjutnya, belum dapat dikonfirmasi Kejati Kepri terkait penurunan nilai limit lelang tersebut. (***)

Oleh : Gindo H Pakpahan

 

Share This Post