“Merah Putih Harga Mati, Pancasila Banget”

“Merah Putih Harga Mati, Pancasila Banget”

Foto : Firman Jaya Daeli,  saat membawakan makalah dalam dialog Merah Putih Harga Mati, Pancasila Banget

Oleh : Firman Jaya Daeli

Jakarta : Talk Show yang diselenggarakan Komunitas BaDja Darma, dengan menghadirkan para Pembicara : (1). Puti Guntur Soekarno (Anggota Komisi X DPR-RI), (2). Firman Jaya Daeli (Mantan Ketua DPP PDI Perjuangan), (3). Nia Sinatra (Sutradara Film), yang dipandu Niko Siahaan (Anggota DPR-RI) dan Lathifa Anshori (Jurnalis).

Dialog Kebangsaan dalam format Talk Show ini, berlangsung Hari Jumat,, (14 April 2017), di Jakarta, dengan dihadiri berbagai kalangan yang menggambarkan kebhinnekaan dalam Persatuan Indonesia.

Turut hadir pula, antara lain : Prof. DR. Anwar Nasution (Guru Besar UI dan mantan Ketua BPK-RI), Hayono Isman (Mantan Menpora RI), Djan Faridz (Mantan Menteri Perumahan Rakyat RI), Murdaya Poo (Pengusaha nasional), dan lain lain.

“Merah Putih Harga Mati, Pancasila Banget

Konstruksi dan substansi tema acara kegiatan serta semangat talk show pada dasarnya sungguh-sungguh menggambarkan dan menunjukkan adanya suasana dan dinamika kebhinnekaan, kepelbagaian, keragaman, kemajemukan.

Kebhinnekaan ditandai dengan latarbelakang peserta yang berbeda-beda tetapi dengan segala perspektif pemikiran yang sama untuk membangun keutuhan dan kebersamaan kuat dalam satu kesatuan Negara Indonesia Merah Putih dan Negara Pancasila

Masyarakat Indonesia yang sungguh-sungguh amat majemuk berada, tumbuh, dan berkembang bersama dan bersatu dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dalam sebuah Negara Indonesia Merah Putih yang berdasarkan dan dengan berdasarkan Ideologi Pancasila.

Dalam wadah Negara Indonesia Merah Putih berdasarkan Pancasila, ada terkandung nilai kemanusiaan dan nilai keadaban yang senantiasa mewarnai kehidupan dan perkembangan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan. Nilai-nilai ini bersifat universal dan sosial, yang tentunya tidak memperlakukan masyarakat secara diskriminatif dengan pendekatan primordial dan sektarian.

Perlakuan harus selalu berbasis pada pengakuan dan penghormatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan.

Sifat dan karakter masyarakat dan bangsa Indonesia yang tumbuh dalam wilayah Negara Indonesia Merah Putih berdasarkan Pancasila, tentu berkomitmen mengutamakan kegotongroyongan, keutuhan, kesatuan, dan kebersamaan dalam memajukan masyarakat dan membangun negara-bangsa Indonesia.

Ketika merebut dan mempertahankan Kemerdekaan RI, sifat dan karakter kegotongroyongan dan persatuan ini menjadi modal dan potensi kekuatan rakyat Indonesia. Hal ini harus semakin dipastikan dan diandalkan untuk menjadi penguat dan pemaju bangsa dan negara Indonesia.

Kepribadian masyarakat dan bangsa dalam Negara Indonesia Merah Putih berdasarkan Pancasila, pada dasarnya mengedepankan semangat dan tekad saling mendengar, menerima, memberi, melengkapi, saling berdialog dan bermusyawarah dalam budaya toleransi dan dialogis.

Budaya toleran dan tradisi dialog ini menjadi sikap yang sebaiknya terus menerus berlangsung dalam suasana terbuka dan setara.

Negara Indonesia Merah Putih berdasarkan Pancasila mengandung dan memiliki prinsip keadilan yang hakiki dan bermakna.

Kemaknaan ini terletak pada prinsip keadilan secara sosial dan universal dengan tanpa membeda-bedakan masyarakat secara diskriminatif.

Prinsip keadilan di sini dengan tidak mendiskriminasikan karena latarbekakang suku, etnik, daerah, bahasa, adat istiadat budaya, agama, kepercayaan, golongan, profesi, dan lain-lain.

Prinsip keadilan dalam Negara Indonesia Merah Putih berdasarkan Pancasila pasti tidak mengakui, tidak mengandung, dan tidak memberlakukan semangat dan pendekatan mayoritas dan minoritas.

Gambaran masyarakat dan bangsa Indonesia ini selain karena merupakan kenyataan dan anugerah, melainkan juga sebuah keharusan yang menjadi tekad kita bersama untuk diaktualkan dan diwujudkan sepanjang zaman.
Hal ini sudah menjadi hakekat inti dari Negara Indonesia Merah Putih berdasarjan Pancasila.

Hal ini sudah merupakan hakekat kenyataan dan anugerah, sehingga tidak mungkin dan tidak bisa dihilangkan, dinafikan, dan ditolak.

Inilah Indonesia Raya, Indonesia Pusaka, Negara Indonesia Merah Putih, Negara Pancasila. Ini Pancasila Banget (sebuah Indonesia yang sesungguhnya).

Kehadiran dan kebersamaan kita masyarakat dan bangsa Indonesia, selain terus menerus untuk semakin memastikan Indonesia Raya (NKRI, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika), juga untuk semakin mengukuhkan dan membumikan Indonesia Raya dalam seluruh dan setiap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tekad dan agenda memastikan, mengukuhkan, dan membumikan Negara Indonesia Merah Putih berdasarjan Pancasila, diwujudkan dan dilaksanakan dalam seluruh dan setiap sistem sosial, budaya, politik, hukum dan peraturan perundang-undangan ; kelembagaan dan kepemimpinan ; kebijakan dan agenda ; berbagai organ ; dan lain-lain.

Indonesia sebagai Negara Merah Putih berdasarjan Pancasila, terdiri dari sejumlah dan berbagai “kotak-kotak”, bukan dan tidak hanya satu kotak dan sekotak saja. Kotak-Kotak ini adalah merupakan berbagai dan sejumlah suku, etnik, daerah, bahasa, adat istiadat budaya, agama, kepercayaan, golongan, profesi, dan lain-lain. Kotak-Kotak ini merupakan atmosfir yang hidup dinamis dan tumbuh subur di Indonesia karena merupakan kenyataan hakiki sebagai masyarakat dan bangsa Indonesia.

Sejumlah dan berbagai suku, etnik, daerah, bahasa, adat istiadat budaya, agama, kepercayaan, golongan, profesi di Indonesia, yang disimbolkan dalam bentuk dan wujud kotak-kotak ini berada, terletak, hidup, dan tumbuh dalam Satu Kotak Baju yang bernama Baju Kotak Besar Indonesia Raya.

Baju Kotak Besar dan Tunggal ini merupakan dan sekaligus menjadi Baju Indonesia Merah Putih yang berdasarkan Ideologi Pancasila. Inilah Baju yang merupakan “Jalan Ideologi Pancasila”, sebuah Jalan Tunggal yang menjadi “Jalan Kita Bersama” masyarakat dan bangsa Indonesia.

Merah Putih Harga Mati, Pancasila Banget.

Share This Post

Post Comment