LEARNING FROM COVID-19 EXPERIENCES IN THE ASIA PACIFIC REGION:STATE AND SOCIETY PERSPECTIVE

LEARNING FROM COVID-19 EXPERIENCES IN THE ASIA PACIFIC REGION:STATE AND SOCIETY PERSPECTIVE

LEARNING FROM COVID-19 EXPERIENCES IN THE ASIA PACIFIC REGION:STATE AND SOCIETY PERSPECTIVE

Assalaamua’alaikum Wr. Wb.,

Selamat Sore, Salam Sejahtera untuk Kita Semua,

Yang saya hormati:

Kepala Lembaga Administrasi Negara beserta seluruh Jajaran.Para Pembicara:Dr. Young Hoon Ahn, Korean Research Institute for Local Administration, South Korea.Dr. Durga Paudyal (Former Director General of CIDRAP in 2012-2016, India.Dr. Shahbaz Hossein (Ministry of Rural Development, Iran).Dr. Sompoern Hanpongpand (FA Consultant and Former Director General of CIDRAP, Thailand).Dr. Eva Tozon (Ministry of Agrarian Reform, Phippines).Prof. Nurliah Nurdin, MA (Politeknik STIA LAN Jakarta).Para Peserta Webinar Internasional di mana pun Saudara berada.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala limpahan Karunia-Nya kepada kita semua, sehingga dalam keadaan sehat wal’afiat kita dapat hadir bersama dalam Webinar Internasional “Learning from Covid-19 Experiences in the Asia Pacific: State and Society’s Perspective”.

Pada hari ini dengan senang hati saya dapat memenuhi undangan Kepala Lembaga Adminstrasi Negara. Saya sangat menghargai inisiatif Politeknik STIA LAN Jakarta dalam menyelenggarakan seminar semacam ini.

Inisiatif serupa banyak dilakukan oleh berbagai kalangan. Siapa pun yang mengambil inisiatif pembicaraan mengenai covid-19 menurut hemat saya akan memberikan sumbangan yang sangat berarti melalui sharing pandangan, pengetahuan, dan pengalaman diantara berbagai perspektif dalam memperkaya khazanah pengetahuan kita dalam penanganan Covid-19.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa 216 negara di dunia telah diserang Covid-19, termasuk Indonesia. Tidak hanya negara berkembang, tetapi juga melanda negara maju.

Data mengenai Covid-19 di Indonesia per tanggal 26  Juni 2020, yaitu jumlah kasus Positif mencapai lebih dari 50.000 orang, dan sedikitnya 2.500 orang meninggal karena virus ini. Akan tetapi kita juga bersyukur bahwa sampai saat ini ada lebih dari 20.000 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Persebaran Covid-19 di Indonesia meliputi 34 Provinsi, dengan 5 besar terdapat di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tantangan Indonesia bertambah, karena penduduk Indonesia tersebar dalam wilayah geografis Indonesia yang luas.

Presiden Joko Widodo telah mengambil kebijakan dalam penanganan Covid-19. Terdapat 3 aspek kebijakan, meliputi: Pertama Aspek Kesehatan. Pada aspek kesehatan kita mengambil kebijakan Social Distancing in large Scale atau dalam Bahasa Indonesia yaitu kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sesuai dengan rekomendasi WHO untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19, semua negara wajib menerapkan social distancing dan physical distancing. Kami tidak memilih untuk melakukan kebijakan lock-down. Kami masih memperbolehkan aktivitas sosial, tetapi dibatasi ruang lingkup dan jumlahnya dengan tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

Pembatasan tersebut diimplementasikan dengan setiap penduduk bekerja di rumah dan beribadah di rumah. Pemerintah membatasi mobilisasi ekonomi dan sosial, sehingga berdampak terhadap kehidupan ekonomi dan sosial.

Kedua, Aspek Ekonomi. Kami memberikan relaksasi terhadap berbagai regulasi ekonomi, seperti memberikan keringanan pinjaman bank, menurunkan suku bunga, diskon pajak, dan pembebasan pembayaran listrik untuk golongan ekonomi lemah. Kami juga masih memberikan ruang berjalannya dunia bisnis, khususnya terkait dengan logistik kebutuhan pokok dan bisnis yang terkait dengan itu.

Ketiga, Aspek Sosial. Dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar, telah membuat penambahan terhadap masyarakat miskin, sehingga berjumlah 12 juta orang. Oleh karena itu kami memperkuat jaringan pengaman sosial bagi masyarakat yang sangat terdampak dengan Covid-19 ini. Kebijakan tersebut berupa bantuan tunai langsung dan bantuan pangan dalam 3 bulan dan 6 bulan ke depan.

Saudara Sekalian,

Untuk mendukung kebijakan tersebut, kami melakukan refocusing dan revisi anggaran pada APBN yang diarahkan pada anggaran kesehatan penanganan Covid-19. Kemudian memberikan dukungan keberlangsungan ekonomi, serta meningkatkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

Kebijakan tersebut dikendalikan langsung oleh Presiden melalui Gugus Tugas Nasional Covid-19. Sebagai tulang punggung gugus tugas tersebut dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Pada tingkat Pemerintah Daerah dibentuk organisasi yang sama yang dikendalikan langsung oleh Gubernur dan Bupati/Walikota. Gugus tugas ini dibentuk sampai dengan tingkat pemerintahan paling bawah.

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pada Juni 2020 diharapkan kurva jumlah yang terjangkit Covid-19 sudah mulai menurun. Penurunan tersebut secara massiv dapat dicapai pada Juli 2020, sehingga diharapkan pada Agustus 2020 kita sudah melakukan konsolidasi untuk kembali kepada kehidupan yang kami sebut dengan the New Normal, yaitu sebuah adaptasi kebiasaan baru dalam kehidupan sosial-ekonomi.

Dalam tatanan kehidupan the New Normal, Indonesia telah menyiapkan orientasi baru dari berbagai aspek kehidupan dalam memberlakukan protokol kesehatan. Perilaku masyarakat dari kebiasaan baru sudah mulai diperkenalkan. Kebiasaan hidup yang sehat dan beaktivitas aman dari Covid-19.

Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi kita semua dalam dunia yang makin damai, sejahtera dan lebih berperadaban. Terima kasih.

Wabillaahi taufik wal hidayah,

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

MENTERI PANRB-TJAHJO KUMOLO

Share This Post