Kuat Dugaan, Hasfi Terima Imbalan Penggelapan 16 H Tanah Pulau Boros

Kuat Dugaan, Hasfi Terima Imbalan Penggelapan 16 H Tanah Pulau Boros

Gambar : Peta kecamatan Bintan pesisir – Kabupaten Bintan Provinsi Kepri

BINTAN-Korankomunitas.com : Dugaan penggelapan Tanah warisan Raden Ayu Sedep seluas 16 Hektar diatas pulau Boros oleh oknum-oknum yang mengaku waris tanah tersebut, terkesan dilindungi Hasfi Handra.

Hasfi adalah mantan Camat Bintan pesisir dan kini menjabat sebagi Kepala Bagian Humas dan protokol Kabupaten Bintan, namun sayang selaku Humas ia terkesan tidak kooperatif.

Surat Perjanjian berkebun di Pulau Suga/Suke dan Boros, Tulisan Jawi Pasal 8 dan 9 (pulau Suga/suke diduga kini dirubah namanya menjadi Pulau JOYO)
Terjemahan (lebih kurang) Surat Perjanjian Tulisan Jawi ke bahasa Melayu.
Pasal 13 Surat Perjanjian bertulisan Jawi

 

Terjemahan (lebih kurang) Surat Perjanjian bertulisan Jawi ke bahasa melayu.

Mengapa tidak, Hasfi pernah berjanji akan menyerahkan berkas bukti bahwa mengapa dia bersedia menanda tangani penerbitan Surat Alas Hak 16 Hektar pulau boros, karena ada Surat Pernyataan dari oknum-oknum yang mengaku waris tanah itu, dan bukti peta ukur lokasi tanah.

Namun, sampai saat ini Hasfi hanya terus berjanji, dengan alasan selalu tugas luar mendampingi Bupati Kabupaten Bintan H. Apri Sujadi. Kuat dugaan, Hasfi juga menerima imbalan dari penjualan tanah 16 Hektar tersebut, atau biaya administrasi sebesar 7-10%, dari harga jual Rp. 4 Milyar.

Atau mungkin, pada saat menanda tangani surat Alas Hak itu Hasfi lupa atau pura-pura lupa, bahwa Camat sebelumnya pernah menolak menandatangani penerbitan Surat Alas Hak 16 Hektar Oknum yang mengaku Waris.

Mengapa harus ditolak, Penerbitan surat Alas Hak 16 Hektar Milik Raden Ayu Sedep tanpa diketahui oleh Ali Waris Raden Ayu Sedep, jelas melanggar Hukum, apalagi dasar penerbitan surat Alas Hak tersebut hanya dengan Surat Perjanjian berkebun. Dan dalam Perjanjian itu tidak ada satu kata pun, bahwa tanah tersebut akan atau bisa dimilik yang orang menumpang berkebun maupun Aliwarisnya sampai kapanpun.

Berdarkan Perjanjian itu, maka Camat sebelum Hasfi menolak dengan tegas menandatangani permohonan penerbitan Surat Alas Hak itu, mungkin pak Camat itu mengerti akibatnya dibelakangan hari dan tidak tergiur dengan imbalan dari penjualan tanah tersebut.

Diminta kepada pihak penegak hukum untuk dapat membantu memproses dugaan penggelapan tersebut, demi keadilan dan hukum.

Oleh : Gindo H Pakpahan

Baca juga : http://www.korankomunitas.com/sumpah-tanah-warisan-pulau-boros-dan-pulau-poto

16 Hektar Tanah Raden Ayu Sedep di Pulau Boros, Diduga Digelapkan

Hasfi Handra Mengaku Menandatangani Alashak Pulau Boros

Share This Post

Post Comment