KORBAN COVID DIMAKAMKAN DITENGAH PERKAMPUNGAN SIGOTOM

SIGOTOM : Puluhan ribu sudah korban Wabah Virus Corona (COVID-19) di Indonesia telah menyebabkan ribuan warga terpapar dan meninggal dunia.  Pemerintah menangani dengan baik, mulai dari pencegahan, penanggulangan dan pengobatan sampai pada pemakaman korban meninggal dunia. Bahkan masyarakat korban terdampak diperhatikan dengan penuh tanggung jawab.


Namun ada yang berbeda di wilayah desa Sigotom, kecamatan Pangaribuan kabupaten Tapanuli utara, provinsi Sumatera utara, salah seorang korban Covid-19 meninggal dunia berinisial RS (70) di rumah sakit umum daerah (RSUD) Tarutung, Jumat 30 Juli 2021 dan langsung dibawah ke Sigotom kampungnya dan untuk langsung dimakamkan dengan Protokol Penanganan Jenazah Pasien Covid-19.

Pemakaman RS di kampungnya adalah permintaan dari pihak keluarga, agar Zenajah orang tuanya dimakamkan dipemakaman keluarga yang berada ditengah kampung dan dekat dari rumah penduduk.

Mendengar informasi tersebut, sontak warga kampung menjadi mencekam, Warga kampung menjauh dan menutup rumah, lalu memilih beraktivitas di ladang.

Ketika beberapa warga bertanya, mengapa dikubur ditempat pemakaman keluarga yang berdekatan dengan rumah penduduk ? Menantu menjawab dari korban Covid-19 tersebut menjawab, bahwa sudah mendapat ijin dari Kepala desa.

Lebih lanjut, warga  mencoba menemui kepala desa untuk menanyakan ijin pemakaman korban Covid 19 di dekat rumah penduduk, namun sayang kepala desa sedang tidak ada ditampat.
Warga menjauh selain karena Covid 19.

Dari informasi yang dihimpun, bahwa almarhum RS realitanya tidak tergabung dengan paguyuban adat dengan masyarakat sekitar. Hal ini terjadi karena perbedaan keyakinan, yakni almarhum adalah menganut aliran SAKSI JAHOWA yang disinyalir  tidak ikut serta dengan masyarakat dalam hal adat istiadat selain yang sealiran dengan mereka.

Terkait penguburan zenajah korban Covid-19, Maka warga kampung menghindar, lalu penggalian kubur pun terpaksa hanya dilakukan anak menantu dan  melibatkan anak kecil (cucu).

Disisi lain, salah satu tata cara pemulasaran jenazah pasien positif Covid-19 atau PDP adalah sebagai berikut :

Lokasi penguburan harus berjarak lebih 50 (lima puluh) meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk kepentingan sehari-hari dan berjarak lebih dari 500 (lima ratus) meter dari pemukiman terdekat, Jenazah harus dikubur pada kedalaman lebih 1,5 meter, lalu ditutup dengan tanah setinggi 1 meter. (RMR-1)

Share This Post