Jumaga Lantik Wan Norman Edi dan Hj. Raja Astagena

Jumaga Lantik Wan Norman Edi dan Hj. Raja Astagena

Foto : Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak Membacakan Sumpah Pelantikan PAW yang ikuti oleh Wan Norman Edi dan Haja. Raja Astegena di aula gedung DPRD Kepri Dompak, Senin (20/2/2017)

Oleh : Doni Martin Sianipar

KEPRI – korankomunitas.com : Dua kursi kosong anggota DPRD Provinsi Kepri yang ditinggalkan oleh Sofyan Samsir dari Fraksi Golkar dan Eriyanto dari Fraksi Demokrat akhirnya diisi.

Pergantian Antar Waktu (PAW) sisa masa jabatan 2014-2019 tersebut , langsung dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak dalam sidang paripurna di aula Kantor DPRD Kepri di Dompak, Senin (20/2/2017).

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak membacakan Sumpah Pelantikan Anggota PAW Wan Norman Edi dan Hj. Raja Astagena di Gedung Paripurna DPRD Kepri, Dompak (20-2-2017).

Screenshot_2017-03-18-10-15-38_cn.wps.moffice_eng_1489807384438
Unsur Pimpinan Sidang Paripurna yang hadir dalam PAW Wan norman Edi dan Hj. Raja Astagena

Dalam sambutan Jumaga, meminta dewan terlantik segera mengakselarasikan diri dengan fungsi dan tugasnya sebagai anggota dewan.

DPRD dan Pemerintah daerah adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam menjalankan pemerintahan daerah.

Menurut Jumaga, tidak hanya menjalankan fungsinya saja, tapi lebih menekankan pantangan yang harus dijauhi para anggota dewan.

“Tidak merangkap jabatan, tidak menyalahgunakan jabatan dan tidak main proyek,” sarannya.

Ketua DPRD Provinsi Kepri dari PDIP ini melanjutkan, dewan akan terbebas dari konflik kepentingan yang dapat mengganggu kinerjanya. “Jika kinerja dewan baik, maka kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif kedepannya akan meningkat,” kata Jumaga.

Walaupun hanya memiliki suara terbanyak ketiga dari Partai Golkar, Partai Golkar tetap mengusulkan Hj. Raja Astagena mengisi kursi almarhum Sofyan Samsir yang telah meninggal dunia pada bulan April tahun lalu. Sebab, Raja Amirullah yang memiliki suara terbanyak kedua tak bisa dilantik karena sedang tersandung masalah tindak pidana korupsi bersama-sama terkait pembebasan tanah TA 2010 menuju lokasi kantor DPRD Kabupaten Natuna.

Partai berlambang Mercy (Demokrat) mengusulkan pemegang suara terbanyak kedua dalam Pileg 2014 Wan Norman Edi. Untuk menduduki kursi Eriyanto yang kita ketahui tersandung kasus korupsi dana bantuan sosial Kabupaten Natuna tahun 2011-2013.

Usai dilantik Ketua DPRD Kepri, Wan Norman Edi dan Hj.Raja Astagena mengaku siap menjalankan tugas, fungsi dan kewajiban sebagai anggota DPRD Kepri.

“Kami akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” kata Astagena.

Unsur Pimpinan Sidang Paripurna yang hadir dalam PAW Wan norman Edi dan Hj. Raja Astagena.

Kedua PAW anggota DPRD Kepri tersebut merupakan anggota DPRD asal daerah pemilihan Natuna-Anambas, akan menjadi anggota DPRD Kepri hingga 9 September 2019 mendatang. Kini lengkap sudah jumlah anggota DPRD Provinsi Kepri menjadi 45 orang yang sebelumnya hanya 43 orang saja. (*)

Share This Post

Post Comment