Jahat, Tanah Warga Diserobot dan Dirusak Untuk Bangun Embung  Air Baku Hulu Bintan

Jahat, Tanah Warga Diserobot dan Dirusak Untuk Bangun Embung  Air Baku Hulu Bintan

BINTAN : Tindakan semena-mena dan meremehkan masyarakat kecil terjadi di kabupaten Bintan terhadap beberapa warga yang berjuang untuk mendapatkan haknya, ganti rugi tanah untuk proyek pembangunan Embung Air Baku Hulu Bintan.

Mengapa tidak, proyek bernilai Rp. 25 milyar lebih, yang dimulai tahun 2017 sampai selesai tahun 2019 tersebut belum merealisasikan ganti rugi tanah warga yang telah dijanjikan sampai saat ini.

Pailan (80th), salah seorang pemilik lahan

Disisi lain, yang lebih mengejutkan lagi, ternyata pembangunan Embung Air Baku Hulu Bintan, di pusaran kantor Bupati Bintan telah melakukan kejahatan tindak pidana penyerobotan dan  pengerusakan lahan milik orang lain.

Kejahatan itu terungkap saat 3 media dan LSM Gerakan berantas korupsi (Gebrak) mengkonfirmasi langsung salah satu korban tindak pidana penyerobotan dan pengerusakan lahan milik mereka yang berada di wilayah proyek pembangunan Embung Air Baku Hulu Bintan tersebut, Jumat (24/7/2020)

Photo suasana, Pailan saat dikonfirmasi, detikexpos, Gebrak.co.id, korankomunitas.com dan LSM Gebrak di kediamannya.

Pailan (80th), salah seorang pemilik lahan, memaparkan, bahwa ia didampingi menantunya Firman  sudah pernah membuat laporan kepada pihak Polsek Teluk Bintan terkait kejahatan tindak pidana penyerobotan dan pengerusakan tanahnya, namun sayangnya mereka tidak mendapatkan tanda bukti laporan, sehingga lupa kapan waktu mereka melapor ke polisi.

Pailan, sengaja membuat laporan kejahatan tindak pidana penyerobotan dan pengerusakan lahannya ke Polsek teluk Bintan, karena ia merasa belum pernah ditemui oleh pihak pemerintah kabupaten Bintan, sebelum pembangunan  Embung Air Baku Hulu Bintan itu dimulai pembangunannya tahun 2017. Dan Pailan juga menegaskan Bahwa, Surat tanah miliknya dan anak-anaknya tidak pernah diserahkan kepada pihak Pemkab Bintan maupun pihak yang terkait dalam pembebasan lahan untuk keperluan proyek tersebut.

Pailan, sangat berharap Bupati Bintan H Apri Sujadi, agar bisa membantunya dan pemilik lahan lainnya, agar bisa menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,. sehingga tidak berlarut-larut, sementara pekerjaan proyek waduk tersebut sudah selesai 100 persen.

Lebih lanjut, setelah membuat laporan ke Polsek teluk bintan, Pailan menjelaskan bahwa ia pernah beberapa kali diajak mediasi  untuk membahas ganti rugi lahannya oleh pihak terkait, namun sampai saat ini tidak ada realisasinya.

“Kalau lahan saya luasnya 10.7 hektar. Yang terpakai untuk proyek itu berkisar 4 hektar. Dan kami sudah sering kali diajak pertemuan. Tapi hanya dijanjikan saja. Kami yang punya lahan di sana ada enam orang. Dan lahan saya yang paling luas. Waktu itu kami sepakat meminta harga ganti rugi atas lahan itu sebesar Rp.45.000,- per meter. Tapi sampai sekarang belum ada dibayarkan kepada kami. Herannya lagi, ketika lahan saya dirusak oleh pelaksana proyek, sama sekali tidak ada pemberitahuan kepada saya. Justru waktu itu saya diberi tahu teman. Makanya saya bisa tau. Bahkan, persoalan itu juga sudah pernah saya laporkan ke Polsek teluk Bintan. Tapi, tak ada tindakannya mungkin karena saya orang kecil pak, “ujar pria berusia delapan puluhan itu.

Miris rasanya mendengar curahan hati  Pailan yang sudah lanjut usia  itu. Apalagi jika dilihat dari profesi yang disandangnya, hanya seorang petani tradisional, yang punya penghasilan tidak tetap. Namun masih saja ada yang tega menyakitinya.

Padahal, jika terwujud ganti rugi lahan itu, harapnya bisa merubah tatanan kehidupannya.

Mendengar penjelasan Pailan tersebut, Ketua LSM Gebrak, Sholikin merasa miris, mengapa masyarakat kecil selalu jadi korban, sudah sepatutnya Bupati Bintan H Apri Sujadi memperhatikan keluhan warganya, apalagi masalah ini, ada indikasi tindak pidana penyerobot dan pengerusakan lahan milik masyarakatnya yang tentunya akan berdampak negatif pada citranya selaku pemimpin Daerah. Tegasnya.

Dr. Bibit Samad Rianto, MM. Mantan Wakil Ketua KPK dan Sholikin ketua LSM Gebrak

Lebih lanjut Sholikin mengatakan, kami akan terus mengawal masalah ini Sampai tuntas, sampai warga yang menjadi korban tersebut mendapatkan Haknya yang selayaknya.

https://www.korankomunitas.com/bupati-bintan-harus-tepis-citra-buruk-pembebasan-lahan-waduk-bintan-buyu/

https://www.korankomunitas.com/rakus-uang-ganti-rugi-tanah-warga-proyek-waduk-tidak-dibayarkan/

Oleh  Richard
Editor : Gindo

Share This Post