IBU ADALAH SOSOK YANG TAK TERGANTIKAN

IBU ADALAH SOSOK YANG TAK TERGANTIKAN

BINTAN ( KK) : Seorang ibu memiliki peranan penting dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. Dibalik kesuksesan seseorang terdapat jasa besar, pengorbanan, kerja keras dan do’a dari seorang ibu. Suatu hal yang mustahil apabila kesuksesan dan keberhasilan serta keberkahan hidup dapat dirasakan secara hakiki tanpa campur tangan wanita yang telah melahirkan, membesarkan dan mendidik menuju keberhasilan tersebut.

Ibu adalah sosok yang tak tergantikan. Ungkapan inilah yang disampaikan oleh Penjabat Bupati Bintan, Drs. Doli Boniara, MSi dalam pidatonya pada upacara peringatan Hari Ibu ke-87 Tingkat Kabupaten Bintan di Halaman Kantor Bupati Bintan – Bintan Buyu, Selasa (22/12/2015).

“Ibu adalah sosok yang tak tergantikan oleh siapapun. Sosok yang selalu ada ketika kita membutuhkannya, sosok yang selalu rindu ketika kita melupakannya, sosok yang selalu memaafkan ketika kita berbuat salah padanya,” kata Doli.

Dikatakannya demikian mengingat tulusnya cinta seorang ibu terhadap anaknya. Cinta yang tak mengharap imbalan apapun selain kebaikan dan keberhasilan untuk sang anak. Bahkan keridhoan Allah SWT juga terletak pada keridhoan orang tua tertutama ibu. Seorang anak tak akan mampu membalas jasa-jasa besar seorang ibu.

“Cinta dari seorang ibu adalah cinta sejati yang suci dan tak terkontaminasi hal apapun,” terangnya.

Melalui momentum Peringatan Hari Ibu ke-87 tahun 2015 ini, Doli mengajak untuk kembali mengingat jasa-jasa yang telah diberikan sang ibu agar lebih menghargai, menghormati dan selalu berbakti kepada ibu tanpa mengesampingkan peran dan jasa-jasa sang ayah.

Perempuan Indonesia masa kini, lanjut Doli, adalah perempuan yang sadar dan memahami terhadap kesamaan hak dan kewajiban dengan laki-laki. Oleh karena itu, tambah Doli, dengan adanya prinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggungjawab yang seimbang antara perempuan dan laki-laki.

“Keseimbangan antara perempuan dan laki-laki telah mendorong keduanya sebagai mitra dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Peringatan Hari Ibu tahun 2015 yang mengangkat tema “Kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam mewujudkan lingkungan yang kondusif untuk perlindungan perempuan dan anak” adalah upaya untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagaimana yang telah tertuang dalam RPJMD kesetaraan gender dan perlindungan perempuan 2010-2015 serta mewujudkan nawacita sebagai salah satu agenda nasional.

Dengan situasi dan kondisi saat ini, telah banyak keberhasilan dan kemajuan yang dicapai perempuan Indonesia. Namun, tidak dipungkiri pula bahwa perempuan dan anak sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang rentan terhadap tindakan kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi lainnya.

Dengan demikian, melalui tema tersebut, Doli meminta semua elemen masyarakat terutama pemangku kepentingan kembali menyadari tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang kondusif untuk melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan. (Humas)

Share This Post

Post Comment