Hindari Anak dan Perempuan dari Tindak Kekerasan

Hindari Anak dan Perempuan dari Tindak Kekerasan

Foto :  foto bersama

TANJUNGPINANG :  Pelatihan Pemahaman Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak dibuka secara resmi oleh Penjabat Walikota Tanjungpinang, Drs. Raja Ariza, MM di Hotel Halim Tanjungpinang, Senin pagi (30/4).

Dalam sambutannya, Ariza mengatakan perempuan dan anak merupakan bagian yang sangat penting dalam kondisi berkelanjutan suatu bangsa. “Pemerintah berkewajiban memberikan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia. Untuk itu perempuan dan anak harus diberikan perlakuan khusus untuk menghindari terjadinya kekerasan.” Ujarnya.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, bahwa anak adalah tunas, potensi dan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara masa depan. Ditambahkan oleh Ariza, setiap anak kelak akan mampu memikul tanggung jawab sesuai yang diamanatkan dalam undang-undang tersebut. “Berdasarkan UU tersebut, maka perlulah mereka mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh berkembang dan berekspresi secara optimal dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya.” Imbuh Ariza.

 

Kemudian lebih lanjut Ariza mengatakan, dalam upaya mewujudkan perlindungan perempuan dan anak, perlu kerjasama antara Puskesmas dan Tenaga Pendidik agar dapat melaporkan warga yang terindikasi mengalami kekerasan secara fisik maupun non fisik. “Puskesmas dan sekolah untuk berpartisipasi dalam upaya kesejahteraan perempuan dan anak di Kota Tanjungpinang dalam upaya mewujudkan Tanjungpinang bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak. Laporkan dan fasilitasi jika ada yang terindikasi menjadi korban kekerasan, agar segera diproses dan diselesaikan.” Tutupnya.

Pelatihan ini mengikutsertakan tenaga pendidik, petugas puskesmas dan aktivis perempuan se-Kota Tanjungpinang dan bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tanjungpinang.

Oleh : Humas dan Protokol
Setdako Tanjungpinang

Share This Post