Herman: Disdik Kepri Cegah Karakter Buruk Pada Siswa Melalui Pelatihan Budi Pekerti

Herman: Disdik Kepri Cegah Karakter Buruk Pada Siswa Melalui Pelatihan Budi Pekerti

Foto : Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Herman, M. Pd

Tanjungpinang-Korankomunitas.com : Untuk meningkatkan nilai-nilai budi pekerti pada siswa didik, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri mengadakan kegiatan pelatihan budi pekerti untuk jenjang pendidikan SMA/SMK se-Kepri, di Hotel Comfort, Tanjungpinang (17/5/2017).

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Herman, M. Pd mengatakan, pada prinsipnya diadakan pelatihan budi pekerti beberapa waktu yang lalu itu, tujuannya untuk meningkatkan nilai moral yang ada pada siswa.

Supaya dalam pelaksanaan di sekolah, mereka mempunyai kepribadian yang positif.  Baik kepada guru dan kepada orangtua. Itulah tujuan kegiatan pelatihan budi pekerti yang kita adakan.

“Selama ini kita lihat baik di media dan di mana saja, karakter-karakter siswa didik banyak terjerumus ke dunia narkoba dan seks bebas. Oleh karena itu, kita dari dinas pendidikan mencoba mengantivikasi karakter yang buruk seperti itu. Maka kita adakanlah pelatihan pendidikan budi pekerti untuk siswa SMA/SMK se-Provinsi Kepri. Supaya nilai-nilai positif yang diambil mereka, dapat diterapkan di sekolah dan di lingkungannya,” Kata Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMA Dinas Pendidikan Provinsi ini di ruang kerjanya, Selasa (30/5/2017) siang.

Ia melanjutkan, untuk memantapkan nilai-nilai karakter ini kita mengundang narasumber yang berpengalaman yang bisa menumbuhkan motivasi kepada siswa, salah satunya kita mengundang Prof. dari Universitas Negeri Jakarta (UNG) sebagai narasumbernya. Siswa didik yang diundang dalam kegiatan kemaren berasal dari tujuh kabupaten kota yang ada di Provinsi Kepri.

“Saya selaku ketua panitia berharap pada siswa didik yang diutus dari masing-masing sekolah di kegiatan kemaren, agar mentransfer ilmu yang didapat dari narasumber khususnya dari Prof. UNG, kepada rekan-rekan yang tidak ikut di kegiatan tersebut. Supaya mereka juga mendapatkan ilmu budi pekerti,” tutup Herman.

Oleh : Doni Martin Sianipar

 

Share This Post

Post Comment