Gelper Ku Hilang, Arena KIM Dan Rolet Ku Datang

Gelper Ku Hilang, Arena KIM Dan Rolet Ku Datang

Foto : Salah satu panggung permainan KIM (pantun berhadiah) di kota Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG : Menjelang pesta demokrasi pemilihan Walikota, masyarakat Tanjungpinang tampak hangat membicarakannya. Sejumlah Warung Kopi pun jadi sasaran tempat ngobrol. Bahkan, tak sedikit yang berdebat, lantaran membela jagoannya.Tapi, debat yang ada hanya setakat debat sehat. Artinya, tidak berlanjut.

Herannya, dibalik gonjang ganjing itu, mendadak muncul permainan diduga berkedok Judi, yang berkamuflase permainan hiburan. Realitanya nuansa Judinya sangat kental.
Memang sebelumnya, di kota yang terkenal dengan keramahtamahan masyarakatnya, pernah muncul permainan yang jelas-jelas berbau judi. Dan permainan yang satu ini biasa disebut Gelper (Gelanggang Permainan-red). Namun, tidak berumur panjang. Pihak penegak hukum langsung menghentikannya. Dan kini, muncul lagi permainan baru. Permainan yang sedang marak beroperasi di kota Tanjungpinang ini, sedikit berbeda dengan permanian sebelumnya.

Bagi warga yang doyan dengan permainan ini, menyebutnya permainan “Pantun Berhadiah” atau akrab disebut Kim dan Rolet. Sistem yang terapkan pun, berupa tebak nomor yang tersusun di secarik kertas. Sesuai pantauan media ini, ada lima titik arena yang beroperasi. Diantaranya, City Walk, Pinang Marina, Plantar 2, Sukabernang dan Bintan Centre. Kelima arena tersebut, setiap malam beroperasi tanpa ada hambatan. Herannya, pihak penegak hukum terkait di daerah ini terkesan membiarkan. Padahal, jelas-jelas menabrak pasal 303 KUHP. Ada apa sebenarnya ?

Akibat dari praktik tersebut, tidak sedikit para istri yang suaminya mulai kecanduan, merasa resah, lantaran sang suami mulai sering pulang tengah malam. Bahkan, kondisi perekonomian di rumah pun nyaris terganggu. Dan belakangan tercium, kalau penyebab sang suami lambat pulang, lantaran bermain judi Kim. Akhirnya, riak-riak keributan pun mulai muncul di rumahtangga.

Ujung-ujungnya, sejumlah ibu rumahtangga yang suaminya telah keranjingan, berniat mendatangi arena hiburan yang dianggap merusak keuangan keluarga, “Iya pak, akhir-akhir ini suami saya memang sering pulang tengah malam. Kalau saya tanya, ada pekerjaan. Tapi, belakangan saya dengar, rupanya suami saya main Judi Kim. Itupun saya tau dari tetangga saya. jadi, saya dan beberapa orang rekan saya berniat mau mendatangi arena judi itu, “keluh ibu beranak dua ini, ketika ditemui sedang belanja di Pasar Bintan Centre beberapa waktu lalu.

Investigasi yang dilakukan di arena Judi Kim dan Rolet yang berada di Bintan Centre, memang terlihat banyak penggemarnya. Bahkan, semakin malam menjelang, semakin banyak pula yang bermain. Herannya lagi, arena Judi itu berada persis di depan kantor Polsek Tanjungpinang Timur. Tapi, bisa beroperasi lancar setiap malam.

Dan media inipun coba melakukan konfirmasi kepada AKP Hendriyal, Kapolsek Tanjungpinang Timur. Terkait aktivitas Judi yang berkedok hiburan itu. Tapi menurutnya, hal itu bukan ranahnya, “ooh . . . Kalo itu yang ditanya, itu bukan ranah saya. Langsung aja ke Polres, “katanya singkat di pekarangan Mapolsek Tanjungpinang Timur (28/03/2018).

Dugaan Praktek Judi yang berkamuflase Permainan Hiburan ini, jelas-jelas melanggar undang-Undang nomor 7 tahun 1981 tentang pelaksanaan Penertiban Perjudian. Dan Permainan Kim, disebutkan termasuk permainan Judi. Hal itu tertuang pada pasal 1 ayat (1) PP 9 tahun 1981 bagian (b) nomor 4. Dan bagi yang melanggar pasal 303 KUHP tentang Perjudian, diancam hukuman sepuluh tahun penjara. (*)

Oleh Richard Batubara

Share This Post