Edward Saragi Laporkan Hengky Suryawan Ke Polisi

Edward Saragi Laporkan Hengky Suryawan Ke Polisi

Foto : Edward Saragi memperlihatkan 5 surat tanah yang diduga dipalsukan

TANJUNGPINANG : Senin, 22 April 2019, sekira pukul 10.00 Wib Edward Saragi dan rekan resmi melaporkan Hengky Suryawan ke Polres Tanjungpinang, salah satu pengusaha sukses di Provinsi kepulauan Riau, atas dugaan tindak pidana “Pemalsuan Surat”

Dikonfirmasi Hengky suryawan melalui handphonenya, terkait laporan atas dugaan “Pemalsuan Surat” Selasa 23/4/2019,  Hengky menjawab singkat, “Bukan urusan aku itu, urusan HIPEPARI (Himpunan Pengusaha Eksportir Pasir Kepulauan Riau) yang punya tanah”, tegasnya.

Lebih lanjut, ketika ditanya bahwa yang dilaporkan adalah pak Hengky Suryawan bukan HIPEPARI, kembali ia menjawab “bukan aku punya tanah, yayasan HIPEPARI punya nama, bukan aku yang punya tanah” tegasnya lagi.

Tidak sampai disitu, ditanya bahwa apakah mungkin mereka keliru membuat laporan tersebut, Hengky menjawab “biarkan saja mereka melapor”.

Diminta tanggapannya lebih lanjut, Hengky Suryawan tidak bersedia “aku lagi diluar kota lagi meeting” sembari memutuskan konfirmasi ini.

Surat keberatan yang ditandatangani Hengky Suryawan tahun 2017
11 Surat tanah yang di akui Hengky suryawan dinyatakan resmi oleh Kelurahan kampung Bugis kota Tanjungpinang, 5 surat sempadannya ada yang berbeda dan 6 surat lagi tidak teregestrasi

Ditemui Edward Saragi di kediamannya dibilangan jalan MT. Haryono kota Tanjungpinang, (24/4/2019). Menjelaskan, bahwa benar laporan dugaan atas “Pemalsuan Surat” itu dan saya yakin tindakan itu dilakukan dengan sadar, juga bisa dibuktikan, kata Edward.

“Pada tanggal,19 Juni 2015 saya mengajukan penerbitan sertifikat tanah, melalui Badan Pertanahan Nasional Tanjungpinang (BPNT), namun sangat disesali sampai tahun 2018 pun, tidak ada keputusan dari pihak BPNT terkait perkembangan proses penerbitan surat tanah saya, berulang-kali saya menanyakan tapi tidak pernah mendapat jawaban yang pasti”, jelas Edward.

Lebih lanjut, “Berdasarkan informasi yang saya dapat, tidak dapat  diterbitkannya sertifikat saya, dikarenakan adanya seseorang yang mengaku memiliki surat tanah diatas tanah saya dan ternyata mulai Tahun 2017 seseorang itu telah mengajukan keberatan kepada BPNT. Saya tidak tinggal diam, lalu saya cek ke Kelurahan kampung bugis, untuk memastikan keberadaan surat tanah saya dan hasilnya, bahwa letak tanah pihak yang menyatakan keberatan tersebut tidak berada/tumpang-tindih dengan tanah yang saya mohonkan.  Dinyatakan resmi oleh Lurah Kampung Bugis dengan dipertegas Surat Keterangan Tidak Dalam Keadaan Sengketa oleh Kelurahan Kampung Bugis.” Papar Edward.

Edward juga menunjukkan 5 surat tanah diduga dipalsukan, menurutnya, Pada bagian RT. yang sebenarnya “RT. 2” telah dihapus lalu dirubah menjadi angka yang mirip angka satu. Dan Edward juga bisa memastikan, Hengky Suryawan tidak akan bisa menunjukkan 11 Surat yang ia anggap asli. Apalagi, jika diuji ke labkrim Polisi (laboratorium kriminal), katanya mengakhiri.

Oleh Gindo H Pakpahan

Share This Post