Dua Pos Lantas Tanjungpinang Tidak Menggunakan Meteran Listrik

Dua Pos Lantas Tanjungpinang Tidak Menggunakan Meteran Listrik

Pelanggarankah Ini ? ? ?

TANJUNGPINANG : Meskipun tak ada meteran listriknya, namun sarana pendukung, seperti lampu penerang ruangan, Kipas Angin maupun AC, yang menggunakan tenaga listrik di dalam Pos itu, tetap bisa dioperasikan. Bahkan, kondisi seperti itu telah berlangsung bertahun-tahun.

Pos Polisi Simpang empat batu 8 Tanjungpinang

Melihat keanehan itu, media ini coba melakukan konfirmasi kepada AKP. Krisna Yowa Ramadhani. Kasatlantas Polres Tanjungpinang. Menurutnya, Satlantas Tanjungpinang telah berulang kali memohon ke PLN Rayon Bintan Centre. Tapi, jawaban yang didapat selalu mengatakan sedang sibuk, “Kami sudah berupaya memohon ke PLN, agar Pos itu segera dipasang meteran listriknya. Tapi, jawaban dari mereka selalu mengatakan masih sibuk, “sebut Krisna di ruang kerjanya (26/04/2018).

Krisna mengakui, kalau Posber nomor 904 dan Pos yang berada di Simpang Kota Piring Tanjungpinang, memang belum memiliki meteran listrik. Ditambahkannya, “memang Pos nomor 904 dan Simpang Kota Piring, Belum punya meteran listrik. Tapi, yang terasa memberatkan, pihak PLN pernah meminta kepada kami, agar kami lebih dulu membayar dendanya. Sementara, denda yang harus dibayarkan, lumayan besar. Kalau dendanya besar, siapa yang mau membayarnya, ”kata Krisna.

AKP. Krisna Yowa Ramadhani. Kasatlantas Polres Tanjungpinang.

Masih menurut Kasat lantas. Jika harus mengikuti prosedur terkait pemasangan meteran listrikitu, mau-takmau harus menunggu lama. Soalnya, harus menunggu respon dari Mabes. Pada dasarnya, Pos Lantas yang diberi nomor 904,  yang berada di depan Pintu Gerbang Bintan Centre Batu Sembilan Tanjungpinang itu, adalah milik Pemko Tanjungpinang. Dan awalnya, Pos tersebut dipakai oleh Dinas Perhubungan kotaTanjungpinang untuk menertibkan angkot yang keluar masuk dari Terminal Sei Carang.

Sedangkan Satlantas, hanya diberi pinjam pakai. Namun demikian, Satlantas beritikad baik. Poster sebut diupayakan agar memiliki meteran listrik. Meskipun harus menanggung biaya pemasangan. Namun sayang, niat baik tersebut terkesan kurang direspon.

Sementara itu, Rizka, Kepala Rayon PLN Bintan Centre, coba dikonfirmasi melalui layanan WA ke ponselnya. Menurutnya, bangunan penerima aliran listrik secara illegal, termasuk pelanggaran, “rumah penerima aliran listrik ilegal, juga pelanggaran pak, “kata Rizka singkat lewat ponselnya  (09/04/2018).

Disisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang, ketika dikonfirmasi melalui layanan WA ke ponselnya, terkait status kepemilikan Pos bernomor 904 itu, tidak menjawab.

Oleh Richard Batubara

 

Share This Post