Dua Mantan Jenderal Polisi, Korban Mafia Tanah di Tanjungpinang

Dua Mantan Jenderal Polisi, Korban Mafia Tanah di Tanjungpinang

Foto Edward Saragi, SE,.SH dan salah satu SKT yang diduga dipalsukan

TANJUNGPINANG : Aneh memang kedengarannya jika dua mantan Jenderal Polisi bisa menjadi  korban mafia tanah. Tapi itulah realitanya, kejadian itu  berawal ketika dua mantan Jenderal dan rekannya berniat  meningkatkan status tanah mereka dari Surat Alas Hak ke tingkat Sertifikat sesuai aturan yang berlaku.

Dalam tahun yang berbeda, dua mantan Jenderal dan rekannya tersebut mengajukan permohonan penerbitan sertifikat tanah ke Badan Pertanahan Nasional Kota Tanjungpinang (BPNT), sekira tahun 2015 – 2017, pada saat itu, tanpa keberatan apapun, berkas permohonan  diterima oleh pihak BPNT.  Pastinya, proses tersebut akan berjalan sesuai aturan.

Dari Jakarta, sekira bulan Mei 2018 dua jenderal dan rekannya langsung mendatangi kantor BPNT, untuk menanyakan kelanjutan akhir dari proses penerbitan surat sertifikat tanah mereka.

Terkejut, spontan dua mantan jendral itu terkejut mendengar  pernyataan Secara sepihak BPNT menyatakan bahwa proses permohonan penerbitan sertifikat tanah mereka tidak bisa dilanjutkan, dengan alasan ada pihak yang keberatan, yaitu Hengky Suryawan selaku ketua I HIPEPARI (Himpunan Pengusaha Eksportir Pasir Kepulauan Riau). Anehnya, pihak BPNT tidak memberikan bukti surat keberatan yang dimaksud.

Menindak lanjuti surat keberatan tersebut, dua mantan Jenderal Polisi yakni, Irjen Pol (P) R.ML. Tampubolon dan Brigjen Pol (P) Manahan Daulay, dan rekannya, T.A Ronald Simanjuntak,SH, MH dan Aloy dango, S.Fil, berupaya menelusuri surat keberatan yang diajukan Hengky Suryawan kepada BPNT. Melalui upaya Edward Saragi, SE.,SH, ternyata ia berhasil mendapatkan 3 fotocopy surat keberatan dari BPNT dalam tahun yang berbeda sekaligus. Ketiga Isi surat sama Prihalnya, “Keberatan dalam penerbitan sertifikat tanah Tanjung Lanjut – Kampung Bugis RT. 01 RW IV Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota atas nama Edward Saragi dan Kliennya, dengan bukti 11 set Surat Keterangan Tanah (SKT), gambar situasi (GS) dan 1 lembat sket tanah, seluas 201.010 Meter persegi ( 20. Hektar 101 Meter) :

-Surat Nomor :  01/HIPEPARI/X/2017, ditandatangani oleh Hengky Suryawan selaku Ketua I Yayasan HIPEPARI (tanpa kepala surat dan alamat sekretariat HIPEPARI)


-Surat Nomor : 01/HIPEPARI/II/2018, tanggal 1 Februari 2018, ditandatangani oleh Ir. Ficky Zulfikar Z selaku Ketua dan Syahrul Jamal selaku Sekretaris (menggunakan kepala surat, dengan alamat sekretariat Batam Center – Batam)

-Surat Nomor : 1/HIPEPARI/I/2019 tertanggal 13 Januari 2019, ditandatangani oleh Hengky Suryawan selaku Ketua I (tanpa kepala surat dan alamat sekretariat HIPEPARI).

Belum didapat apa alasan sebenarnya pihak BPNT merahasiakan surat keberatan yang di Ajukan Hengky suryawan atas nama HIPEPARI. Namun dari 11 SKT yang diajukan terdapat 5 SKT yang patut diduga dipalsukan.

“Makanya saya dan dua mantan jenderal dan rekannya melaporkan Hengky suryawan ke polisi atas dugaan  Pemalsuan Surat” tegas Edward ditemui kediamannya (25/4/2019)
Ditanya, apa saja bukti pemalsuan ke 5 SKT tersebut, Edward mejelaskan, dapat dipastikan bentuk seperti garis miring di kolom RT bukanlah angka satu (RT.1) yang diketik, melainkan tulisan tangan dengan bolpoin, lalu tidak teregister di kelurahan kampung bugis, demikian juga tahun SKT dicoret untuk merubah angka tahun, dan yang lebih sadis lagi, dugaan pemalsuan SKT tersebut telah mengorbankan salah seorang penyandang tuna grahita, yang jelas tidak mengerti sama sekali, apa itu SKT dan Ibunya yang buta huruf (kini alm).

Gambar Situasi (GS)
Surat Keterangan Tanah (SKT)

Disisi lain, kepala BPN kota Tanjungpinang, Ir. Muhamad Iskandar, M.Eng.Sc, diminta tanggapannya melalui nomor WhatsApp nya terkait pernyataan Edward saragi, Diduga Ada “”Konspirasi Jahat” Hengky dan BPN Tanjungpinang, ia menjawab, (24/4/2019) “Yth. Pak Gindo, Berita ada konspirasi jahat itu tidak benar pernyataan itu tanpa didukung bukti atau evident. Kami instansi pemerintah keberatan dengan pernyataan tersebut pak
Mohon maaf” tegasnya.

Menjawab tanggapan Kepala BPNT, Edward saragi mengatakan, “Jika keberatan atas pernyataan itu, saya minta tertulis surat keberatan dari kepala BPNT secara resmi”, kata Edward, mengakhiri.

Oleh Gindo H Pakpahan

Berita terkait http://www.korankomunitas.com/edward-saragi-laporkan-hengky-suryawan-ke-polisi

Berita terkait http//www.korankomunitas.com/edward-saragi-se-sh-diduga-ada-konspirasi-jahat-hengky-dan-bpn-tanjungpinang/

Share This Post