Disdik Kepri Menelantarkan Bangunan Rp 13 Miliar

Disdik Kepri Menelantarkan Bangunan Rp 13 Miliar

Oleh Doni Martin Sianipar

TANJUNGPINANG : Lebih kurang 13 miliar rupiah uang daerah dikucurkan untuk membangun Gedung Guru, Raja Ahmad Engku Haji Tua oleh Dinas Pendidikan. Meski sudah siap seratus persen beberapa tahun lalu, sampai saat ini bangunan tersebut minim pemanfaatannya.

Kini kondisi bangunan yang berada di Senggarang itu sangat memprihatinkan. Beberapa bagian bangunan sudah mulai rusak, seperti atap gedung, pintu dan jendela pos penjagaan bahkan meteran listrik hilang dari tempatnya.

Bukan hanya itu saja, gedung yang dibiayai dari APBD Kepri secara bertahap itu diduga minim perawatan. Hal itu dapat dilihat dengan tumbuhnya rumput setinggi 2 meter mengelilingi bangunan. Ditambah lagi cat dinding sudah mulai kusam.

Hal ini mendapat sorotan dari masyarakat tempatan. Masyarakat menilai, pihak dinas hanya mementingkan proyek saja daripada peruntukanya.

“Kami merasa kecewa sekali, untuk apa gedung ini dibuat kalau tidak dimanfaatkan. Bangunan ini dibuat dari uang rakyat lho, bukan uang pribadi mereka. Ini sudah mubazirkan uang negara,” ucap salah satu masyarakat, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri ketika dikonfirmasi awak media ini melalui SMS ke no ponselnya enggan memberikan balasan, Minggu (27/5/2018).

Kini, gedung guru beserta aula yang dimulai pembangunannya dari tahun 2011-2014 oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri itu, terkesan menjadi rumah hantu. Bahkan, bisa menjadi tempat bersarangnya ular.

Yang lebih mengerikan lagi, di gedung tiga lantai yang bersebelahan dengan Polsek Tanjungpinang Kota tersebut, terkadang muncul penampakan mirip mahluk astral malam harinya.(*)

Share This Post