Dinas Pendidikan Kepri Apresiasi Kewirausahaan SMAN 1 Tanjungpinang

Dinas Pendidikan Kepri Apresiasi Kewirausahaan SMAN 1 Tanjungpinang

TANJUNGPINANG : Pengembangan kewirausahaan siswa SMA Negeri 1 Tanjungpinang mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kepri. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Drs. H. Arifin Nasir, M.Si (Kepala Dinas) dalam sambutan pembukaan bazar dan diselaraskan penyerahan simbolis gedung serbaguna, Rabu (3/1/2018) kemarin.

Bazar kewirausahaan yang diselenggarakan dalam rangka menggali potensi dalam dunia wirausaha. Menurut Arifin, pengembangan potensi dalam berwirausaha perlu untuk menunjang kemampuan agar memiliki daya saing tinggi menuju kemandirian ekonomi di masa depan.

“Kita apresiasi SMA Negeri 1 atas pengembangan potensi wirausaha yang ditunjukan ini, layak menjadi kebanggaan siswa-siswinya menguasai keahlian berwirausaha. Jadilah wirausaha dengan kreatiftas sendiri, karena hal itu lebih menjamin untuk masa depan yang lebih baik,” sebut Arifin.

Pada kesempatan itu, Arifin juga mengingatkan kepada kepala sekolah agar mempersiapkan murid-murid untuk menghadapi Ujian Nasional (UN) akan datang. Tidak luput juga himbauan terhadap guru-guru untuk meningkatkan kwalitas pembelajaran, mengingat waktu yang dimiliki tinggal berberapa bulan. Guru-guru harus tingkatkan kwalitas pembelajaran untuk meningkatkan kwalitas murid. “Jangan ragu untuk membangun kwalitas pendidikan di Kepri”, pesannya.

Sementara itu, terkait kegiatan bazar kewirausahaan ini, Kepala Sekolah mengatakan kegiatan ini tidak lepas dari status SMA Negeri 1 sebagai pilot projek. Menurut Imam Syafii, S.pd, M. Si, semenjak itu ada mata pelajaran wirausaha yang menyertakan praktek penjualan hasil secara bergilir.

Diungkapkan oleh Imam, sekolah sejak beberapa tahun terakhir sudah menggulirkan kegiatan kewirausahaan ini yang dikhususkan untuk anak didik kelas 10. Tujuannya adalah berwirausaha dengan pembekalan teori dasar-dasar usaha oleh pakar usaha.

Masih menurut Imam, metode yang diterapkan, di bentuk kelompok-kelompok usaha yang memiliki susunan organisir layaknya sebuah perusahaan. Mengajukan proposal (pinjaman) kepada sekolah dengan melampirkan program program usaha sebagai acuan persyaratan.
Setiap kelompok membuat laporan usaha maupun keuntungannya, hal ini berlangsung secara terus menerus, tambahnya. Pada kesempatan itu juga, Imam mengharapkan peran serta orang tua murid selalu memberi motivasi kepada anak-anaknya. (*)

Oleh Dodi Gusman Manurung

Share This Post