Diduga, Sejumlah Oknum Wakil Rakyat Bagi-Bagi Uang Fee

Diduga, Sejumlah Oknum Wakil Rakyat Bagi-Bagi Uang Fee

Oleh : Richard Batubara

BINTAN (KK): Terkait dugaan korupsi, Proyek pembangunan gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bintan yang menggunakan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015 lebih kurang Rp 15 Milyar, realitanya telah melalui tahap proses penyidikan oleh Kejaksaan Tinggi Kepri oleh Tim Pidsus. Namun dibalik itu, disinyalir ada sejumlah oknum DPRD kabupaten Bintan menerima fee dari besarnya anggaran yang telah ditentukan.

Malahan, Proyek pembangunan gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bintan yang dibangun diatas lahan milik PT. Antam Kijang, belakangan menjadi buah bibir. Kendatipun demikian halnya, Proyek tersebut tetap terus berjalan, bahkan kini terlihat mulai rampung.

Aneh memang, walaupun semakin jelas “tercium bau busuk korupsi” pada Proyek Pembangunan Gedung tersebut, tetap masih belum dapat dipastikan siapa saja dalangnya, hingga sampai dengan dugaan delapan orang anggota Dewan yang menerima fee.

Disisi lain, proyek yang dikerjakan oleh PT. Andika Pratama tersebut faktanya didirikan diatas lahan PT. Aneka Tambang Kijang, yang tentunya masih perlu penjelasan pasti secara hukum. Dan menindak lanjuti dugaan itu, KORANKOMUNITAS.COM berupaya mengkonfirmasi pimpinan perusahaan bernama Lemi, Sayangnya, sampai berita ini diunggah,belum bisa dikonfirmasi.

Sementara itu, dikonfirmasi salah seorang dari delapan oknum anggota Dewan yang diduga ikut menerima fee, inisial Hsrwd melalui handphone nya Senin, (30/11/2015) kemarin, mengatakan dengan nada geram “kenapa sibuk kali menanyakan soal itu. Kalau memang bisa dibuktikan, silahkan saja.“

Pembangunan Gedung LAM yang menghabiskan anggaran sampai belasan miliar rupiah itu, seyogianya tuntas akhir bulan Desember itahun ni. Dan gonjang-ganjing soal fee yang dibagi-bagikan kepada sejumlah okum anggota Dewan, telah ramai dipublikasikan. Baik itu di media lokal maupun nasional. Untuk itu, diminta kepada penegak hukum, agar terus menindaklanjuti praktek menggerogoti uang Negara secara bejama’ah tersebut.

Share This Post

Post Comment