Cerita Mereka di Kundur – Kabupaten Kerimun, Tanjungbatu Layak Jadi Kabupaten

Cerita Mereka di Kundur – Kabupaten Kerimun,  Tanjungbatu Layak Jadi Kabupaten

Foto : Salah satu Hotel di Tanjung Batu – Kundur

Koran Komunitas : Edisi 61 Tahun 2009

TG.BATU (Komunitas): Sepertinya wacana dari berbagai kalangan untuk memekarkan Pulau Kundur, pulau terbesar kedua di Kabupaten Karimun akan menjadi Kabupaten tersendiri, akan terwujud dalam beberapa tahun mendatang. Realitas ini, bukanlah hal yang muluk-muluk, melainkan adalah tekad kuat masyarakat Tanjungbatu Kundur untuk dapat lebih maju lagi dari sekarang. Tentunya, untuk men­ca­­­pai kesejahteraan masyarakat yang merata dan mandiri.

Buktinya, Seperti yang dikatakan oleh Ketua DPRD Karimun Raja Bakhtiar, bahwa kemungkinan pembahasan hal tersebut akan dimulai tahun depan. Meski masih harus menu­ng­gu persetujuan pihak legislatif dan eksekutif di Kabupaten Karimun, namun Raja Bakhtiar secara tersirat sudah memberikan restunya atas wanacana yang tersebar, bahwa Kundur akan jadi Kabupaten tersendiri. “Kalau saya pribadi, Pulau Kundur sudah layak jadi satu kabupaten tersendiri di provinsi ini (Kepri). Itu bisa dilihat dari syarat-syarat untuk jadi sebuah kabupaten sudah terpenuhi,” ujarnya  kepada Komunitas, Jumat (13/11) lalu.

Adapun syarat untuk menjadi satu kabupaten dikatakan Bakhtiar, diantaranya kendali wilayah yang cukup jauh dan dirasakan masyarakat Kundur cukup merepotkan mereka dalam mengurus dokumen penting untuk perkembangan wilayah termasuk perekenomian mereka.

“Semakin dekat warga dengan pusat pemerintahannya maka potensi untuk mengembangkan masyarakatnya cukup besar,” ujarnya lagi”. Raja juga mencon­tohkan perkembangan Kecama­tan Durai.

Sebelumnya Durai hanya sebuah desa dengan wilayah yang cukup luas. Dan ketika dimekar­kan menjadi Kecamatan, daerah di ujung Kabupaten Karimun tersebut sangat mengejutkan dalam perkembangannya yang pesat sam­pai saat ini.

Alasan berikut­nya, potensi sumber daya alam (SDA) di Pulau Kundur yang cukup banyak diantaranya adalah tambang timah. Hal tersebut dibuktikan dengan mengambil lokasinya BUMN PT Timah Tbk Unit Kundur tepatnya di Prayon, Kundur .

“Itu baru tambang timah, belum lagi potensi kelautannya yang cukup menjanjikan. Menge­nai jumlah penduduknya, otomatis saja wacana pemekaran kundur jadi Kabupaten tersendiri layak diperhitungkan karena jumlah penduduknya tidak kalah diban­dingkan di Pulau Karimun ini,” sambung Raja Bakhtiar.

Untuk itu, ia mengatakan wa­ca­na pemekaran Kundur jadi Kabupa­ten baru di Kepri akan dibahas pihaknya (DPRD Kari­mun) tahun depan. “Kalau untuk Ranperda (rancangan peraturan daerah) itu InsyaAllah hanya butuh waktu satu bulan saja, mudah-mudahan wacana ini bisa dimulai awal tahun depan (2010),” beber Raja Bakhtiar.

Sebelumnya, beberapa kala­ngan tokoh masyarakat di Pulau Kun­dur juga sempat melam­bungkan wacana Pulau Kundur jadi Kabu­paten baru di Kepri. Bahkan ada yang menilai Kundur lebih siap dibandingkan Anambas jadi Ka­bupaten di Kepri. Karena, jika dilihat Kundur lebih layak diban­ding jadi Kabupaten baru di Kepri pada tahun-tahun saat Lingga atau Anambas jadi Kabupaten. Kundur punya potensi baik secara geografis pulau maupun hasil sumber daya alamnya.

Sudah Lima Daerah

Beberapa waktu lalu Pem­kab Karimun sudah melakukan pemekaran tiga kecamatan baru yakni Alai (Kundur), Pulau Belat (Kundur Utara) dan Selat Mie atau Combol (Moro). Dengan demikian susunan Kecamatan di Kabupaten Kari­mun bertambah menjadi 11 dari sebelumnya sem­bilan kecama­tan.

Tidak hanya itu Kabupaten Karimun juga me­nam­bah susu­nan desanya dari 54 desa menjadi 56. Itu setelah dua desa baru yakni Alai dan Combol dime­karkan bebe­rapa waktu lalu. Tiga kecamatan dan dua desa itu sudah ditetap­kan. Kememungki­nan satu kelurahan di Kecamatan Meral bakal akan dimekarkan.

Tidak hanya diwilayah Kundur saja, dukungan penuh untuk terbentuknya Kabupaten Kundur, melainkan masyarakat Kundur yang berada di luarpun menyam­paikan dukungannya melalui media internet seperti Facebook:

Daniyal Hukama, menga­takan, bahwa banyak hal yang harus dikaji dalam pembentukan Kabupate Kundur. Banyak yang setuju, tidak sedikit yang ragu-ragu, pada hakekatnya sepanjang untuk kepentingan masyarakat, itu hal yang wajar namun untuk merea­lisasinya perlu pemba­hasan yang matang dengan berpedoman kepada layak apa tidaknya  Kun­dur jadi kabupaten.

Azwin Apriandi, menga­takan, Justru tujuan untuk pemben­tukan kabupaten yaitu untuk mensejahterakan masya­rakat kundur dan memajukan daerah. Tapi jika tidak didukung oleh hal-hal yang paling mendasar seperti budgeting sa­ma aja bohong, malah menyeng­sa­ra­kan rakyat. Oleh karena itu pro dan kontra itu perlu untuk check and balance. supaya semua yg diharapkan tercapai.

Faizal Sta, Mengatakan, Truskan aje perjuangan untuk kundur jadi kabupaten, bile lagi orang kundur nak bekembang lebih baik, pro kontra dah jadi asam garam dalm hidup dan perjuangan, saya sebagai anak kundur bangga kalau kundur jadi kabupaten.

Jangan tempat orang laen aje yang bise maju, kite juge harus bise lebih maju, pelan-pelan pasti berjalan. Anak kundur banyak yang hebat, semue daerah bise die pegang, ngape pula tempat sendiri tak bise… yakin lah kundur pasti akan lebih baik nantinye…. Amin…

Andry Pastrana, kami mahasiswa kundur di Jogja mendukung terbentuknya kab. kundur,memang sudah saatnya kita mengembangkan kundur menjadi kabupaten……KAMI SIAP MEMBANTU !!!!!!!!!! maju terus.

Suapriedy Ratno, Saya putra Kundur. Sangat Setuju. Ketika tujuannya untuk kepen­tingan masyarakat luas, menga­pa tidak ? harus kita dukung. Tetapi banyak asfek yang perlu dipelajari, dikaji dan ditela’ah. Artinya, dari sumber PAD nya dari mana ? karena jika sumber dananya harus menunggu pusat, dll, kasian perkembangan kam­pung kita. Seharusnya ada studi kela­yakan secara komprehensif dari masing2 aspek yang meng­gam­barkan Kundur Mampu, Layak demi kesejah­teraan rak­yat. LANJUTKAN…!!!!! (*)

Share This Post

Post Comment