Bupati Bintan Harus Tepis Citra Buruk Pembebasan Lahan Waduk Bintan Buyu

Bupati Bintan Harus Tepis Citra Buruk Pembebasan Lahan Waduk Bintan Buyu

BINTAN, korankomunitas.com : Mega proyek pembangunan Waduk di Kecamatan Teluk Bintan Desa Bintan Buyu (kawasan Kantor Bupati Bintan-red), tampaknya selesai dikerjakan.

Kawasan proyek yang sebelumnya hutan belantara, kini telah disulap menjadi Waduk berukuran raksasa. Dan Waduk ini dijadikan sebagai salah satu sumber air bersih di daerah itu.

Keberhasilan pelaksana proyek memang pantas diacungi jempol. Pasalnya, kawasan tersebut kini telah menjadi kawasan yang bisa difungsikan sebagai kawasan wisata domestik, lantaran keindahan panoramanya.

Tapi, dibalik keindahannya, justru meninggalkan kesengsaraan terhadap pemilik lahan. Bahkan, teriakan miris dari sejumlah warga pemilik lahan di kawasan itupun mulai terdengar. Dan jumlah pemilik lahan di kawasan Waduk itu, disebut-sebut puluhan Kepala Keluarga (KK). Tentunya, teriakan itu bakal menciptakan citra buruk bagi kepemimpinan Bupati kabupaten Bintan H. Apri Sujadi yang selama ini tercatat baik, membuat Bintan Gemilang.

Lebih miris lagi, sampai saat ini warga pemilik lahan masih menunggu pembayaran nya. Sudah sepatutnya bupati Bintan H. Apri Sujadi, membatu keluhan warga tersebut, agar keluhan mereka bisa terjawab.

Senin (10/07/2020), media ini coba melakukan konfirmasi kepada Sunardi, Kepala Desa (Kades) Bintan Buyu. Sayangnya, pak Kades terkesan enggan menjawab. Sunardi justru mengarahkan, media ini agar konfirmasi langsung ke Bagian Agraria di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bintan,

“Wah, Saya tak bisa menjawab konfirmasi ini. Takutnya nanti, saya salah jawab. Baiknya, langsung saja ditanya ke Bagian Agraria di Pemkab Bintan, “kata Sunardi memberi arahan.

Melalui pejabat bernama Pilihan, yang ditempatkan sebagai Kepala Bagian (Kabag) Agraria di Pemerintahan itu, diperoleh penjelasan. Menurut Pilihan, proses pembebasan lahan di pusaran proyek Waduk itu, telah berlangsung sebelum dirinya menjabat sebagai Kabag Agraria, “kalau persoalan itu, saya kurang tau pak. Karena, saya masih baru menjabat disini. Sedangkan proyek itu telah dikerjakan sejak tahun 1017 lalu. Sebenarnya, anggaran untuk pembebasan lahan itu, sudah ada. Tapi, lantaran ada bencana Corona ini, akhirnya dilakukan Rasionalisasi (pemotongan-red) terhadap anggaran itu. Kalau soal berapa persen pemotongan nya, saya kurang tau, “kata Pilihan, melalui sambungan selulernya.

Ditambahkannya lagi, Iyaa . . . Saya juga pernah dengar kalau proses pembayaran terkait pembebasan lahan itu, belum dibayar. Dan semua pemilik lahan yang disitu, sama sekali memang belum dibayar, ” ujarnya tegas.

Terpisah, media coba menanyakan persoalan ini kepada salah seorang warga pemilik lahan. Yanto, lelaki paruh baya ini secara gamblang menuturkan kekesalannya terhadap Pemkab Bintan, terkait proses pembayaran lahannya yang tak kunjung selesai. Meskipun pembangunan proyek tersebut telah rampung dikerjakan, “iya pak, Lahan saya di lokasi itu ada empat hektar. Sebelum proyek itu dikerjakan, lahan kami yang terkena proyek pembangunan Waduk itu, akan diganti rugi oleh Pemkab Bintan. Tapi sampai sekarang, kami tak pernah menerima ganti rugi. Sementara, proyek itu sudah selesai dikerjakan. Kalau sudah begini, kemana kami harus mengadu, “ujar Yanto geram.

Disisi lain, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GEBRAK (Gerakan Berantas Korupsi) Provinsi kepulauan Riau, Sholikin, tegas mengutuk keras tindakan semena-mena yang dilakukan oknum pembebasan lahan tersebut dan malahan dengan alasan yang tidak masuk akal, yakni bencana Covid-19 warga tidak dibayar ganti ruginya.

“bayangkan, Proyek tahun 2017, namun ganti rugi lahan belum dibayar sampai saat ini, saya menganggap, Panitia pembebasan lahan tersebut, terlalu berani mengorbankan warga pemilik lahan. Ada yang aneh, mengapa proyek waduk itu bisa berjalan, sementara masih ada lahan warga yang belum dibayar, dan kami LSM GEBRAK akan tetap mengawasi demi kepentingan warga tersebut.” Tegasnya, Senin (20/7/2020)

Oleh Richard
Editor : Gindo H Pakpahan

Share This Post