Boby Bakal Dilaporkan, Lis Harus Bertindak

Boby Bakal Dilaporkan, Lis Harus Bertindak

Foto : Suasa saat Satpol PP kota Tanjungpinang melakukan pembongkaran pondok Agus rianto.

TANJUNGPINANG – korankomunitas.com : Tega dan terkesan rakus, itu yang mungkin cocok diungkapkan, terkait penerbitan surat Alashak milik Purba dan kawan-kawan. Mengapa tidak, Purba harus menanggung kerugian belasan juta karena pada tanggal 4/10/2017 lalu, Pondok yang didirikan rekannya bernama Agus untuk berdagang dirobohkan oleh Satpol PP kota Tanjungpinang, dengan alasan bahwa tanah tersebut adalah wilayah konservasi hutan mangrove.

Pada hal, Surat tanah tersebut secara resmi telah diurus Purba dan kawan-kawan melalui Proses penerbitan surat tanah yang resmi dan Sah, malahan disahkan oleh Lurah bernama Boby, saat itu menjabat Lurah sei Jang Kecamatan Bukit Bestari kota Tanjungpinang, (kini Sekcam Bukit Bestari)

Yang lebih mengenaskan lagi, terkait permasalahan ini, Boby terkesan enggan bertanggungjawab.

Sisa bangunan podok yang telah dibongkar
Lokasi tanah milik Purba dan Kawan-kawan

Ketika dikonfirmasi melalui Nomor WA nya (14/10/2017), Boby menjawab “Iya…kawasan tersebut sebagian Area penggunaan lain dan sebagian kawasan konservasi mangrove. Perlu dipilah terkait kepemilikan dan pemanfaatan” katanya yakin.

Lebih lanjut Boby mengatakan “Pemilik lahan Sah, memiliki lahan, namun untuk pemanfaatan harus sesuai peruntukan. Dan, terkait bangunan yg dibongkar tidak melalui proses perizinan yg semestinya, Jadi kalau ditanya, betul saya yang mengeluarkan surat ? Jawabannya betul. Tetapi di atas tadi penjelasan saya.” Lanjutnya.

Berbeda dengan penjelasan purba, salah seorang pemilik surat tanah di atas lahan tersebut mengatakan, “kalau begini ceritanya, saya pasti tidak tinggal diam. Soalnya, tanah itu saya beli 150 juta rupiah. Dan pembayarannya pun langsung saya kasih ke pak Boby. Jadi kenapa sekarang kami tidak boleh membangun di lahan kami sendiri. Lalu dimana tanggung jawab pak Boby yang menerbitkan surat tanah kami itu, “keluh pria asal kota medan itu.

Sementara itu, ketika boby dikonfirmasi ulang lewat ponselnya (17/10/2017), hanya bisa mengatakan, “ooh… kalau soal itu, tanyakan saja sama Oggy. Karena saya sudah klarifikasi sama dia, ” kata Boby dengan santai.

Jawaban mantan Lurah Sei Jang itu, terkesan nyeleneh. Soalnya, tanpa beban sedikitpun, Boby dengan santai menyuruh media ini menanyakan permasalahannya kepada pihak lain.

Diberitakan sebelumnya. Purba dan kawan-kawannya membeli lahan di kawasan bakau yang berada di bilangan jalan Raja Haji Fisabilillah batu 8 Tanjungpinang. Namun belakangan, Pemerintah kota Tanjungpinang melalui Satpol-PP membongkar pondok pondok yang telah dibangun salah satu rekannya. Atas kejadian itu, pemiliknya merasa dirugikan. Dan purba bersama teman lainnya akan membawa persoalan ini ke ranah Hukum.

Demi segelintir Masyarakat kota Tanjungpinang​ yang merasa dirugikan, sangat diharapkan Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH untuk segera ikut bertindak mencari kebenaran dan keadilan. Karena masyarakat sangat mengetahui sikap H.Lis Darmansyah yang sangat tidak toleransi akan sikap bawahannya yang semena-mena, apalagi merugikan masyarakat kecil.

Oleh Richard Batubara

Share This Post