BC Tanjungpinang Bungkam, Peredaran Rokok Noncukai Mulai Menggusur Rokok Berpita Cukai

BC Tanjungpinang Bungkam, Peredaran Rokok Noncukai Mulai Menggusur Rokok Berpita Cukai

Foto : Salah satu jenis rokok tanpa cukai yang marak beredar di kota Tanjungpinang.

Oleh Richard Batubara

TANJUNGPINANG : Peredaran Rokok Noncukai secara nyata memang tidak memberi kontribusi kepada Negara. Pasalnya, rokok ini memang tidak memiliki Pita Cukai. Selain itu, rokok yang jumlahnya sampai ratusan jenis ini juga tidak diberi bandrol harga. Akibatnya, harga satuan pada rokok tersebut, bervariatif. Artinya, tidak ada pedoman harga bagi penyalur maupun pengecer untuk memasarkannya.

Geliat peredaran rokok Noncukai tersebut, memang lancar diperjualbelikan di kota Tanjungpinang. Tak ada lagi batasan-batasan wilayah untuk memasarkannya. Padahal, rokok tanpa Cukai itu seyogianya dipasarkan di kawasan Free Trade Zone (FTZ). Tapi yang terjadi justru pembiaran oleh pihak-pihak yang berkompeten dalam mengawasinya.

Lalu kemana institusi yang dibayar negara untuk mengawasinya ?

Di kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) misalnya. Ada dua titik kawasan yang dinyatakan sebagai kawasan FTZ. Yaitu Dompak dan Senggarang. Seyogianya, rokok tersebut hanya boleh berdedar di dua kawasan itu. Tapi, yang terjadi justru lain. Peredaran rokok tersebut, bisa bebas masuk ke wilayah yang bukan kawasan FTZ. Bahkan, kini telah menggusur peredaran rokok yang jelas-jelas membayar pajak kepada negara.

Seorang warga yang tinggal di bilangan Batu Sembilan Tanjungpinang. Sebut saja Ilham, lelaki berbadan bongsor ini memang perokok berat. Belakangan, rokok yang sedotnya pun tidak lagi rokok yang berpita Cukai atau yang berbandrol, “iya bang. Kalo satu hari, saya bisa habiskan tiga bungkus. Untungnya sekarang, ada rokok yang nggak ada cukai nya itu. Jadi saya tidak terlalu berat. Soalnya, harganya murah, “katanya di salah satu Warung Kopi di Bintan Center (28/12/2017) lalu.

Untuk menghindari sorotan media masa, atas bisnis ilegal ini, pihak distributor yang punya Gudang Rokok di Senggarang, ternyata punya trik ampuh untuk menutupinya. Melalui seorang suruhan berinisial Bmb, pihak perusahaan sedang mengumpulkan sejumlah warga untuk memberi suapan segar. Tentu saja bertujuan agar aktivitas ilegal nya tidak disoroti. Hal tersebut berlangsung di salah satu Ruko di Bilangan Bintan Centre Jum’at (05/01/2918).

Bmb, Pria jangkung utusan perusahaan itu, tampak antusias membagi-bagikan amplop kepada sejumlah warga yang telah ngumpul di tempat tersebut. Ketika media ini menemuinya, guna menanyakan acara yang digelarnya. Namun, Bmb mendadak mengundang media ini untuk ngopi bareng, “oh . . . Gini aja bang. Nanti sore kita ngobrol lah sambil ngopi bareng, “kata Bmb singkat.

Bisnis rokok noncukai yang semakin menggurita di kota Gurindam ini, tampak mulai digandrungi para perokok yang ada di kota Tanjungpinang. tak tanggung-tanggung. Rokok berpita Cukai dan berbandrol pun mulai tersingkir dari peminatnya.

Dihari yang sama, pihak Bea dan Cukai Tanjungpinang, melalui Agus, yang menjabat sebagai Kasi P2, di lembaga tersebut, coba dikonfirmasi melalui layanan sms. Namun, sampai berita ini dikirim, Agus tidak menjawab.

Tak jauh berbeda. Asiong yang juga disebut-sebut salah seorang unsur pimpinan di perusahaan itu, juga dikonfirmasi. Tapi, tetap saja tidak menjawab.

Sikap kurang kooperatif dari Kasi P2 ini, justru menimbulkan asumsi miring. Diduga kuat, telah terjadi pembiaran atas peredaran rokok ilegal tersebut. Sedangkan pengusaha berinisial A, yang juga enggan menjawab konfirmasi yang dilayangkan.

Diduga, A merasa kuat dan tidak takut terhadap hukum. Jika hal tersebut tidak cepat ditanggulangi, niscaya produsen rokok yang memberi kontribusi melalui pajak kepada negara, akan mengambil sikap. Takutnya, sang pengusaha menutup usahanya. Lalu siapa yang bertanggungjawab atas ribuan karyawan yang kehilangan pekerjaan ? walahualam . . .

Share This Post