BC Tanjungpinang Bungkam, Peredaran Rokok Noncukai Kian Menggurita

BC Tanjungpinang Bungkam, Peredaran Rokok Noncukai Kian Menggurita

TANJUNGPINANG- Rokok noncukai yang jelas-jelas tidak memberi kontribusi kepada Negara, tampak semakin beredar bebas di kota Tanjungpinang.

Sejumlah Institusi yang terkait dalam pengawasan rokok illegal tersebut, seakan menutup mata. Justru, cenderung melakukan pembiaran.

Foto : Stiker pemesan pelanggan rokok

Sejumlah kalangan menilai, kalau rokok noncukai itu telah menimbulkan kerugian bagi Negara. Soalnya, kehadiran rokok dari berbagai merk itu, jelas-jelas tidak memberi kontribusi. Ironisnya, rokok resmi yang membayar mahal cukai kepada negara, justru mulai tergusur dari pasaran. Tapi, mengapa Institusi yang terlibat dalam pengawasan, justru bungkam.

Diketahui, salah satu perusahaan yang getol memasarkan produk rokok noncukai tersebut, diduga adalah PT. Bintan Aroma Sejahtera. Bayangkan, tanpa ada rasa takut sedikitpun terhadap Hukum di Negara ini, Perusahaan itu dengan tenang dan aman​ menimbun ribuan dus rokok noncukai yang siap dipasarkan di gudang miliknya di bilangan jalan raya Senggarang kecamatan Tanjungpinang kota.

Foto: ratusan dus rokok noncukai, dilansir dari Countainer ke ruko yang dijadikan gudang penimbunan rokok tersebut di jalan raya senggarang kecamatan Tanjungpinang kota.

Seorang warga yang enggan menyebutkan namanya nyeletuk kepada media ini, bahwa dirinya pernah melihat Trailer pembawa ribuan Dus rokok noncukai sedang membongkar di gudang tersebut, “saya pernah melihat Countainer sedang bongkar rokok di gudang itu. Tapi saya gak tau rokok apa isinya bang, “sebut lelaki yang meminta agar namanya tidak dipublikasikan beberapa waktu lalu.

Lemahnya pengawasan yang dilakukan, membuat pelaku bisnis ilegal ini semakin melebarkan sayapnya. Kini, pemasaran rokok tanpa cukai itu dilakukan secara terang-terangan. Para pekerja yang direkrut, mendatangi pedagang rokok yang berada di emperan maupun kios-kios rokok besar. Mereka menawarkannya, sembari menunjukkan jenis rokok yang mau dijual.

Maraknya peredaran rokok yang seyogianya beredar di kawasan Free Trade Zone (FTZ) itu, membuat media ini melakukan konfirmasi (6/10/2017) melalui layanan sms kepada Asiong, Pengusaha yang satu ini disebut-disebut salah seorang yang tergabung di perusahaan itu. Namun sayang. Asiong terkesan enggan menjawab.

Mengingat besarnya peranan BC Tanjungpinang dalam melakukan pengawasan terhadap peredaran rokok tersebut, dihari yang sama, media pun melakukan konfirmasi kepada Kasi P2 BC Tanjungpinang. Tapi, hasil didapat sama saja. Agus, yang menjabat sebagai Kasi P2 di BC Tanjungpinang pun tidak menjawab konfirmasi yang dilakukan.

Diduga, orang yang sedang menelpon ini adalah pemilik Ruko yang dijadikan gudang rokok noncukai di senggarang (insert : sebelah kiri diduga penegak hukum terkait)

Sikap Kasi P2 BC Tanjungpinang yang terkesan bungkam itu, justru menimbulkan asumsi miring. Diduga kuat, pihak BC Tanjungpinang mendapat upeti. Sehingga, tidak punya nyali untuk melakukan Pencegahan dan Penindakan.

Oleh Richard Batubara

Share This Post