Arena Judi Berkedok Permainan Langgeng Beroperasi

Arena Judi Berkedok Permainan Langgeng Beroperasi

Foto ilustrasi

TANJUNGPINANG : Buntut pemberitaan arena Judi berkedok  permainan hiburan di kota Tanjungpinang, belakangan jadi gunjingan hangat. Bahkan, seorang warga yang mengaku pernah keranjingan permainan ini, tak sungkan untuk menceritakan pengalamannya. Apalagi setelah membaca berita tentang permainan tersebut. Pria berusia empatpuluhan ini merasa tertarik untuk berkomentar.

Sebut saja Yudi. Lelaki bertubuh jangkung ini bertutur, bahwa dirinya pernah terpuruk lantaran keranjingan bermain KIM. Sampai-sampai rumahtangganya pun nyaris porakporanda. Tapi kini, semua telah ditinggalkan. Untuk itu, Yudi berharap, supaya permainan yang bisa merusak moral dan rumah tangga itu, baiknya terus terus disoroti. Tujuannya,  agar pihak penegak hukum bisa segera mangambil sikap atas permainan itu, “saya suka membaca berita Judi berkedok Permainan Hiburan yang dimuat di media ini. Tapi kalau bisa dilanjutkan lah bang. Karna, saya lihat permainan itu masih saja beroperasi. Sepertinya pihak penyelenggara tidak bergeming dengan pemberitaan. Tapi kalau disoroti terus, kemungkinan besar pihak penegak hukum bisa langsung bertindak,  “kata Yudi di bilangan Bintan Centre baru-baru ini.

Tak menunggu lama. Media inipun coba melakukan konfirmasi melalui layanan WA ke Ponsel Kapolres Tanjungpinang (09/04/2018) lalu. Namun sayang, sampai berita ini diunggah, AKBP Ucok Lasdin Silalahi, yang baru saja menjabat Kapolres Tanjungpinang malah belum menjawab.

Praktek Judi berkedok Permainan Hiburan ini, memang telah menjadi buah bibir di seantero kota Tanjungpinang ini. Dan tak sedikit pengunjung di sejumlah warung kopi membicarakannya. Sesuai pantauan media ini, ada lima titik yang langgeng beroperasi setiap malam.

Parahnya lagi, salah satu dari arena Judi tersebut, justru berada di depan kantor Mapolsek Tanjungpinang Timur. Dan arena yang satu ini, setiap malam cukup ramai dikunjungi oleh penggemar permainan ini. Sangat disayangkan, mengapa tidak ada tindakan dari pihak Kepolisian untuk menutupnya.

Oleh Richard Batubara

Share This Post