Terkait Perkara Eksekusi Lahan Ada Apa Dengan PN Tanjungpinang

Terkait Perkara Eksekusi Lahan Ada Apa Dengan PN Tanjungpinang
Foto : Santonius SH, Humas Pengadilan Negeri Tanjungpinang

BINTAN-korankomunitas.com  : Perkara eksekusi lahan yang terletak di jalan Sei Datuk Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), antara Marzuki cs dengan Jurame, sampai saat ini masih ngambang. Meskipun surat putusan Mahkamah Agung (MA) telah keluar, dan memenangkan Marzuki cs sebagai Penggugat. Namun, pihak PN Tanjungpinang belum juga memberi kepastian untuk melaksanakan eksekusi.

Padahal, surat putusan MA, telah dua kali turun ke PN Tanjungpinang. Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa salah seorang anak Muhammad Pasek menceritakan kronologis persoalan lahan seluas 50 meter persegi, yang letaknya di jalan Sei Datuk. Menurutnya, semua itu berawal dari rasa saling percaya antara sesama teman. Orang tua mereka bernama Muhammad Pasek, pernah meminjamkan lahan seluas 50 meter persegi kepada Jurame (sekarang sedang ditangani PN Tanjungpinang-red). Setelah dipakai bertahun-tahun, belakangan orang tuanya berniat mau mengelola lahan tersebut. Akhirnya, M. Pasek pun menemui Jurame untuk mengutarakan niatnya. Tapi, jawaban yang didapat dari Jurame, justru mengejutkan. Jurame saat itu tidak mau mengembalikan lahan yang dipinjamnya. Bahkan, dengan angkuhnya, Jurame menunjukkan Surat Sertifikat lahan tersebut, atas namanya sendiri. Bagai sambaran petir di siang hari, M. Pasek kaget bukan kepalang. Tak tahan mendapat jawaban yang terkesan nyeleneh, M. Pasek pun menggiring persoalan itu ke ranah hukum.

Sejak persoalan itu sampai ke meja hijau, berbagai lika-liku tantangan pun banyak dirasakan M. Pasek. Namun lelaki renta itu tetap tegar menghadapinya. Bahkan, sebelum Tuhan Yang Maha Esa menjemputnya, sempat berpesan kepada salah seorang anaknya bernama Marzuki, agar permasalahan ini dilanjutkan, dan jangan berhenti di tengah jalan.

Penuturan Marzuki, ketika ditemui di kediamannya, berbagai persidangan telah dilalui. Dan semuanya itu telah menetapkan, kami lah pemenangnya. Baik itu di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, kemudian, sidang Pengadilan Tinggi (PT). Bahkan Putusan Mahkamah Agung (MA) pun telah dikeluarkan. Dan memerintahkan PN Tanjungpinang segera melakukan eksekusi terhadap lahan itu.

Tapi, sampai saat ini PN Tanjungpinang hanya mengatakan masih dalam proses. Dan akan segera dieksekusi, “pengadilan akan segera melanjutkan proses berikutnya. Untuk sementara ini, belum ada penetapan tanggal secara khusus, mengenai kapan dilakukan proses eksekusinya. Jadi, itulah dulu sementara yang bisa saya sampaikan, “beber Santonius SH, Humas Pengadilan Negeri Tanjungpinang (05/09/2017).

Oleh Richard Batubara

Share This Post