‌HEBAT, Rokok FTZ Dijual Bebas di Tanjungpinang

‌HEBAT, Rokok FTZ Dijual Bebas di Tanjungpinang

Foto : Ruko tiga pintu, yang diduga tempat penyimpanan rokok FTZ

 

 

  • ‌Oleh : Doni Martin Sianipar

    ‌Tanjungpinang – korankomunitas.com : Sepertinya peredaran rokok tanpa cukai di kota Tanjungpinang tak bisa dibendung. Sebab, rokok yang diduga berasal dari kawasan Free Trade Zone (FTZ)  tersebut tampak dijual di setiap kedai pinggir jalan kota Gurindam yang notabenenya kawasan pabean.

    ‌Dari informasi yang didapat media ini, rokok tanpa cukai itu diduga dikendalikan oleh orang-orang yang memiliki pengaruh kuat di kota Tanjungpinang.

    ‌”Rokok kawasan bebas ini dikendalikan oleh orang kuat tapi, ada salah satu orang yang disuruh jalankan. Kalau abang mau tau coba abang ke Senggarang dekat penggadaian bersampingan sama bengkel motor. Di sana ada ruko tiga pintu berlantai tiga, katanya itu gudang rokok FTZ,” ucap sumber media ini yang tidak mau namanya dicantumkan.

    ‌Sesampainya media ini di tempat yang dibilang sama narasumber, ternyata benar ada ruko tiga pintu yang berlantai tiga tersebut. Media ini pun coba mencari tahu sebenarnya ruko yang tak tampak penghuninya itu digunakan untuk apa dan siapa pemiliknya.

    ‌Salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi yang diduga tempat penyimpanan rokok kawasan bebas tersebut mengatakan, dulunya ini kedai kopi bang, tapi sekarang udah tutup.
  • ‌”Saya pernah nampak sekali ada kontainer datang keruko ini. Mereka lagi bongkar rokok yang tak memiliki cukai itu sekitar bulan 10 tahun lalu. Setelah bongkar muat kemarin saya tak pernah lihat lagi adanya aktifitas. Tak taulah ya kalau mereka lakukan bongkar muat tengah malam,” kata pria yang tinggal tidak jauh dari ruko tersebut, sore (13/2/2017).

    ‌Lanjutnya, pemilik ruko ini namanya Ayong. Orangnya agak tertutup sama warga kampung ini.
  • Salah satu merk rokok FTZ yang beredar di Tanjungpinang_1487700419758_1487702938482
    ‌Sungguh sangat ironis sekali, bagaimana bisa aparat penegak hukum tak mau mengambil tindakan atas bebasnya peredaran rokok FTZ di kawasan pabean. Dengan demikian tentunya kota Tanjungpinang terus kehilangan pendapatan atas masuknya barang dari luar daerah pabean. (*)

Share This Post

Post Comment