‌HEBAT, Jumaga Nadeak Gerenti, TJA Tidak Main Proyek


img_1040

‌Oleh : Doni Martin Sianipar

‌Tanjungpinang-korankomunitas.com : ‌Dugaan KKN sepertinya menerpa di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepulauan Riau dalam pengadaan belanja buku perpustakaan untuk jenjang pendidikan SD/MI, SMP dan SMA.

Anggaran dari ketiga paket pengadaan yang bersumber dari APBD Provinsi Kepri TA 2016 ini sangat fantastis mencapai 3 miliar lebih. Dan menurut PPTK pekerjaan ini dikerjakan oleh salah satu oknum anggota DPRD Provinsi Kepri berinisial TJA.

 
PPTK berujar yang mendapatkan buku dari daerah Batam, Karimun, Lingga, Bintan, dan Tanjungpinang. Natuna dan Anambas tidak dapat, karena dana tidak ada. Sedangkan untuk  nilai kontrak pengadaan  jenjang SD tak sampai 1miliar, SMP 1,3 miliar dan SMA sekitar 1,4 milar.
“Untuk SD/MI ada 186 judul, SMP 199 judul, SMA 132 judul. Setiap sekolah menerima 3 eksemplar dari judul, ada juga yang dua. Pengadaan ini semuanya sesuai dengan RAB dan spek. Kalau untuk penyaluran tinggal Kabupaten Lingga aja yang belum kita salurkan tapi, dalam minggu ini akan kita salurkan. Sedangkan Tanjungpinang, Bintan, Batam, Karimun sudah kita salurkan. Buku yang kita salurkan ini sifatnya buku penunjang pendidikan bukan buku sekolah. Dan sekolah tidak dibebankan biaya,” kata Al Amin.
Ketika ditanya awak media ini, yang mendapatkan pekerjaan jenjang pendidikan dapat dari pihak rekanan mana. PPTK mengatakan yang mengerjakan itu bang Teddy.  
Awak media ini pun penasaran sambil menanyakan kembali Tedy mana, dengan tegas PPTK kembali mengatakan, bang Jun. “TJA.” Oh Yang anggota dewan itu, “iya,”ungkapnya.
 
“Tiga paket ini dikerjakan oleh TJA,”beber Al Amin pada media ini diruang kerjanya, Jumat siang (16/12/2016).
 
Guna mendapatkan informasi, awak media ini menghubungi no HandphoneTJA. Sangat disayangkan no hp anggota DPRD Provinsi yang berasal dari partai Golkar tersebut tak dapat dihubungi alias tak aktif, Sabtu (17/12/2016)
 
Media ini pun lantas mengkonfirmasi Ketua DPDR Provinsi Kepri Jumaga Nadeak, terkait adanya dugaan salah satu anggota DPRD Provinsi Kepri bermain proyek. Jumaga membantah atas komentar PPTK tersebut. Enggak boleh dong. Itu alasan mereka (PPTK).
 
“Itu alasan PPTK aja itu. Saya berani gerenti kok, siapa yang mau menjerat leher sendiri. TJA tidak mau seperti itu, dia masih muda kok duit dia banyak. Berani gerantilah, tak mungkin mau membunuh karir sendiri,”bela, Jumaga melalui selulernya, Sabtu (17/12/2016).
 
Lanjutnya, itu urusan mereka karena mereka punya kontraktor sendiri. Maksudnya supaya tidak masuk orang lain.
 
“Nggak benar itu-enggak benar itu. Dilarang keras anggota dewan bermain proyek. Saya sebagai pengacara dan sekarang sebagai anggota DPRD tidak bisa membuka praktek pengacaraku,” terang Ketua DPRD Provinsi Kepri.
 
Dari data yang dimiliki awak media ini judul buku untuk SD/MI 186 judul, SMP 199 judul, dan SMA 146 judul. Setiap buku perjudulnya untuk SD/MI dicetak sebanyak 84 dan 54 eksemplar, untuk SMP sebanyak 81 dan 51 eksemplar, sedangkan untuk SMA paling banyak 60 eksemplar paling sedikit 40 eksemplar.
Kok bisa data yang dimiliki PPTK tidak sama dengan data yang dimiliki awak media ini. Padahal PPTK mengatakan RAB dan Spesifikasi tidak berubah.
Dan bagaimana bisa PPTK mengatakan bahwa yang mengerjakan pengadaan buku perpustakaan adalah TJA. Padahal di web LPSE Provinsi Kepri pemenang buku perpustakaan untuk jenjang SD/MI CV. ML, SMP CV. MJ dan SMA dari CV. ADR.
Jika benar adanya keterlibatan dugaan KKN dipengadaan buku penunjang pendidikan ini, beranikah aparat hukum yang terkait membawah ke ranah hukum.

Share This Post

Post Comment