Oknum Dishub Karimun Kebal Hukum Kuras Uang Isteri Simpanan

Oknum Dishub Karimun Kebal Hukum Kuras Uang Isteri Simpanan

Kisah usang oknum Dinas Perhubungan Kabu¬paten Karimun, inisial Eyd, kembali dibicarakan berbagai kalangan masyarakat maupun pegawai dinas perhubungan Kabupaten Karimun. Pasalnya, sampai saat ini ia belum bisa disentuh oleh hukum. Malahan, Eyd diduga melakukan pemal¬suan, penipuan dan pelanggaran tentang perkawinan. Yang ten¬tunya, tidak bisa dihindarinya. Tetapi realitanya Eyd masih bercokol di Dinas Perhubungan Karimun sampai saat ini. Fak¬tanya, Eyd sudah beristri sah inisial Vr dan memiliki dua orang anak. Namun, karena kepiawai¬annya ia bisa menikah lagi de¬ngan wanita inisial Em warga Tan¬jung Balai Karimun, diduga, untuk melangsungkan perkawi¬nan¬nya Eyd dengan Vr, Eyd ne¬kad memalsukan data atau indentitas dirinya agar terhindar dari segala halangan pernikahan itu.

Terjadinya pernikahan ini, bukanlah tidak ada penyebabnya, sebelumnya Eyd dan Em sudah menjalin hubungan asmara tanpa diketahu oleh isterinya semasa mereka pegawai di Pemerin¬ta¬han Kabupaten Karimun. Namun untuk pertahankan hubungan asmara mereka, Em disarankan pindah tugas ke sebuah kota di provinsi jawa barat, dengan tujuan untuk menikah secara rahasia.

Hal ini dilakukan, karena Eyd selaku PNS telah beristeri dan beranak dua tentunya tidak bisa menikah lagi. Rupanya, rencana pernikahan itu harus memalsukan indititas dirinya pada Kartu Tanda Penduduk (KTP)Agar hubungan mereka tetap berlanjut dan dite¬mui KTP yang digunakan Eyd dengan Nomor Induk Kepen¬dudukan (NIK) 3275121¬5047¬10005 yang diterbitkan oleh salah satu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi jawa barat. Tercatat pada KTP tersebut alamat tempat tinggal Eyd Jl Mawar Raya B.169 Chandra Baru RT.005/RW.021, Kelurahan JR, Kecamatan PM, pekerjaan Karyawan Swasta dan status belum kawin. Dengan masa berlaku sampai dengan tanggal 15-04-2017.

Selanjutnya, KTP tersebut digunakan Eyd untuk mengurus pernikahan mereka ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecama¬tan RP. dan kutipan Akta Nikah Nomor :210/16/III/2010, tangal 1 Maret 2010 dengan status Eyd perjaka. Sementara EM dengan status janda.

Sialnya, dibalik pernikahan ini, rupanya Eyd diduga melakukan penipuan terhadap Em hingga mencapai Rp. 800 juta. Bayang¬kan betapa liciknya Eyd, meman¬faatkan kelemahan Em selaku Wanita.

Awalnya bulan April tahun 2009, Eyd mengharapkan dari Em agar mendapatkan modal usaha batu bara di Tanjung Balai Karimun. Em pun berusaha mendapatkan modal tersebut dengan cara mengajukan kredit pinjaman dari Bank Danamon Tanjung Balai Karimun sebesar Rp. 250 juta. Lalu Eyd minta Em untuk menitipkan Rp.100 juta dari uang tersebut kepadanya, dengan alasan untuk modal awal usaha batu bara di Tanjungbalai Kari¬mun.

Tidak sampai disitu, Em men¬trasfer uang lagi sebesar Rp.70 juta ke rekening Bank atas nama Eyd, beberapa hari kemudian Eyd minta lagi tambahan modal, dan ditrasfer sebesar Rp.70 juta lagi ke rekening Eyd. Niat jahat Eyd tersebut langsung hingga berjum¬lah lebih kurang Rp. 800 juta.

Lebih mengenaskan lagi seba¬gian uang tersebut dipinjam Em pada rentenir dan Em semakin resah, modal yang telah dikeluar¬kan, ternyata tidak menghasilkan apapun, malahan sertifikat ru-mah¬nya sebagai jaminan pin¬ja¬man pada rentenir harus disita.

Kini Em, tidak bisa bebuat banyak, menyesalpun tidak ada gunanya, malahan Eyd sudah tidak bisa dihubunginya lagi.Kasus ini, realitanya sudah terkuak lama di berbagai kalangan masyarakat Kabupaten Karimun, namun sa¬yang, rupanya Eyd masih tergo¬long orang yang tidak bisa disen-tuh oleh hukum, kendatipun berbagai bukti dan fakta yang tersebar, Eyd tetap tenang menja-lankan tugasnya selaku pejabat di kabupaten karimun. (gindo/*)

Share This Post

Post Comment