Diduga, PT. HMP Telantarkan Lahan Hak Pakai Seribu Hektar Lebih.

Diduga, PT. HMP Telantarkan Lahan Hak Pakai Seribu Hektar Lebih.

BINTAN :  Terbitnya Sertifikat Hak Pakai  PT. HMP tahun 2001 dan Tahun 1999 di Kabupaten Bintan seluas 10,921,240 M2 atau Seribu Hektar lebih di Pulau Poto desa Kelong kabupaten Bintan, tentunya bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya kabupaten Bintan.

Namun sayang, Fasilitas negara yang diberikan kepada PT.HMP Berbentuk Sertifikat HAK PAKAI dengan peruntukannya usaha Agrowisata, realitanya tidak direalisasikan dari tahun 1999 sampai saat ini, sehingga lahan seluas seribu hektar lebih tersebut menjadi terlantar. Akibatnya, Investasi miliaran rupiah tidak dapat ikut menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Dikonfirmasi, H.Asnen Novizar A.Ptnh., M.H., Kepala  Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bintan, Selasa (14/1/2020) terkait realisai peruntukan lahan PT. HMP dengan luas lebih kurang 10,921,240 M2,
yang terbagi 2 Serifikat Hak Pakai Nomor. 01 masa berlaku 7 November 2024, luas 5,505,357 M2 dan Sertifikat Hak pakai Nomor. 8,  masa berlaku, 9 Juli 2026, luas 4,139,266 M2 dan Tanah Girik luas : 1.276,617 M2. Di wilayah desa Kelong kabupaten.  (Tanah Girik pada dasarnya adalah jenis tanah milik adat yang konversi haknya ke negara belum didaftarkan melalui Kantor Pertanahan setempat).

H.Asnen Novizar A.Ptnh., M.H.  menjawab, “maaf pak, buku tanahnya ada, tapi masalah penggunaanya sekarang kami belum tahu pak,” jawabnya.

Aneh bukan, jika BPN kabupaten Bintan saja tidak mengetahui realisasi peruntukan Hak Pakai PT. HMP, tentunya pantas diproses sesuai sesuai  Pasal 55 PP 40 / 1996, Hapusnya HAK PAKAI, salah satunya karena Terlantar.

Oleh Gindo H Pakpahan

Share This Post